Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera menyerahkan santunan kepda ahli waris korban meninggal dunia KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar pada Minggu (2/8) pagi. Korban selamat dan berada di RS juga mendapat biaya perawatan.
Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, hari ini, Selasa (4/8/2026) diserahkan santunan terhadap ahli waris korban MD di RS Bhayangkara Surabaya. Namun, kelima korban MD semuanya mendapatkan dantunan dengan nominal sama.
"Kami dari Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putra juga mendapat tugas membayar asuransi tanggung jawab pengangkut dan sudah diserahkan juga. Nilainya untuk korban meninggal dunia dari Jasa Raharja Rp 50 juta, dari Jasa Raharja Putra bagian dari asuransi tanggung jawab pengangkut itu Rp75 juta," kata Awaluddin kepada wartawan di RS Bhayangkara, Selasa (4/8/2026).
Korban yang mengalami luka atau perawatan di rumah sakit juga mendapat santunan. Adapun nilainya sebesar Rp 20 juta. Sedangkan korban yang tidak ada di manifes, Awaluddin masih menunggu laporan resmi.
"Tadi masih terdata ada kurang lebih 15 di RS, dari Jasa Raharja memberikan nilai santunan plafon biaya perawatan itu Rp 20 juta dan dari Jasa Raharja Putra Rp 37,5 juta," ujarnya.
"Semuanya akan dituntaskan dalam laporan yang memang resmi. Sehingga dari dasarlah proses verifikasi untuk santunan dari Jasa Raharja akan berlanjut," jelasnya.
Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja dan sejumlah pihak lainnya memastikan korban tidak sendirian. Karena mereka hadir mendampingi dan melindungi masyarakatnya dalam setiap peristiwa kecelakaan.
"Mudah-mudahan bisa dituntaskan secara cepat dan kami memastikan prosedur yang dilakukan, prosedur yang dijalankan Jasa Raharja tidak memiliki birokrasi yang rumit, tidak dipersulit dan bisa dituntaskan dengan cepat dan tepat," harapnya.
Sementara Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan, santunan hang diberikan oleh Jasa Raharja diharapkan dapat menjadi motivasi dan semangat untuk keluarga yang ditinggalkan.
"Atas nama pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas musibah ini. Untuk kemudian bahwa negara hadir, ini salah satu acara bahwa kita pemerintah peduli dengan segala yang terjadi di dalam masyarakat," kata Suntana.
"Dari mulai terjadinya bencana kebakaran sebuah kapal, lalu pak menteri, jajaran Basarnas dan unsur daerah Kapolda dan jajaran, pemda dan jajaran. Kita bersinergi bersama memberikan bantuan penyelamatan untuk korban-korban atas kejadian kapal tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar hebat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Nakhoda kapal sempat melaporkan insiden tersebut kepada pemilik kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), sebelum akhirnya komunikasi terputus total.
Kantor SAR Surabaya bersama Syahbandar Tanjung Perak dan unsur SAR gabungan langsung mengerahkan operasi penyelamatan darurat usai menerima laporan tersebut.
Berdasarkan data manifes resmi Polairud Polda Jatim, kapal tersebut mengangkut total 232 orang, yang terdiri 219 orang sopir dan kernet, dan 13 orang penumpang dewasa
Selain membawa ratusan penumpang, kapal juga mengangkut 181 unit kendaraan yang meliputi sepeda motor, mobil pribadi, truk sedang, truk besar, tronton, hingga satu unit alat berat.
Akibat tragedi ini sebanyak 5 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 227 penumpang lainnya selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.
Simak Video "Video: Tidak Kebagian Pelampung, Jerigen jadi Penyelamat Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II"
(auh/abq)