Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Wilis hanya tersisa dua titik, hingga Sabtu (19/9/2026) petang. Personel gabungan masih terus disiagakan di lokasi.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono.
"Alhamdulillah berkurang signifikan. Kini hanya tersisa dua titik," ujar Wicaksono dikonfirmasi detikJatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ratusan personel gabungan diterjunkan untuk memadamkan titik-titik tersisa. Pemadaman serentak diawali apel pasukan di Balai Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan dipimpin Bupati Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy Cahyo Saputro. Selain itu, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, perwakilan dari Kodim Nganjuk, BPBD, damkar, Pramuka, relawan hingga masyarakat sekitar juga berada di lokasi.
"Semua unsur terlibat pemadaman serentak, mulai Pemkab Nganjuk, Polri, TNI, Pramuka, relawan bahkan warga. Ada sekitar 500 orang yang terlibat," ungkap Bupati Marhaen.
Menurut Marhaen, selain membuat ilaran api, personel juga melakukan pemadaman secara manual sekaligus membuat ilaran. Kondisi itu terbantu dengan banyaknya sungai kecil di Gunung Wilis, sehingga api tidak semakin meluas.
Dari catatan BPBD Kabupaten Nganjuk, Marhaen menyebut bahwa luas hutan dan lahan yang terbakar Gunung Wilis sekitar 10 hektar.
Marhaen menyampaikan, titik api ditengarai dari Gunung Wilis sisi Ponorogo, yang kemudian merembet ke sisi Nganjuk. Sehingga penyebab kebakaran masih belum diketahui.
