Awal Mula Terbongkar Ibu dan Pacar Paksa Anak-Keponakan Threesome

Awal Mula Terbongkar Ibu dan Pacar Paksa Anak-Keponakan Threesome

Suparno - detikJatim
Sabtu, 19 Sep 2026 17:20 WIB
Ibu dan pacar yang paksa anak dan keponakannya threesome di Sidoarjo
Ibu dan pacar yang paksa anak dan keponakannya threesome di Sidoarjo/Foto: Istimewa
Sidoarjo -

Aksi miris dilakukan ibu berinisial MT (41) dan kekasihnya, JR (59). MT memaksa anak dan keponakannya yang masih berusia 15 tahun melayani nafsu bejat JR untuk melakukan hubungan seks bertiga atau threesome.

Dalam kasus ini, MT, warga Kecamatan Taman, Sidoarjo, dan JR warga Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo telah ditetapkan sebagai tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo Kompol Rohmawati Lailah mengatakan, kedua korban masing-masing masih berusia 15 tahun. Salah satu korban merupakan anak kandung MT, sedangkan korban lainnya adalah keponakannya.

ADVERTISEMENT

"Pada saat itu seorang ibu memiliki pacar. Kemudian pacarnya ini melakukan perbuatan asusila terhadap anak dan sang ibu. Kemudian juga ada korban lain yang merupakan keponakannya," kata Rohmawati kepada detikJatim, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Rohmawati, dugaan perbuatan asusila tersebut berlangsung selama sekitar tiga tahun. Peristiwa itu diduga terjadi sejak korban masih duduk di kelas 6 SD hingga kini mereka duduk di kelas 3 SMP.

MT diduga mengajak kedua korban melakukan perbuatan asusila bersama JR yang diketahui merupakan kekasihnya. JR sehari-hari bekerja sebagai operator ojek online.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban merasa malu dan tertekan lantaran rekan-rekannya mengetahui adanya foto korban bersama JR. Korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada anggota keluarganya.

Keluarga korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan MT dan JR.

"Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kedua tersangka saat ini kami amankan di tahanan Polresta Sidoarjo," ujar Rohmawati.

Sementara itu, kedua korban telah dikembalikan kepada keluarganya. Polisi menyebut kedua korban mengalami trauma dan mendapatkan pendampingan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis.

"Kedua korban mengalami trauma sehingga kami kembalikan kepada keluarga untuk mendapatkan pembinaan dan pendampingan, termasuk pemulihan kondisi psikologisnya," jelas Rohmawati.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads