Respons Warga Soal Mal Surabaya Dipagari

Respons Warga Soal Mal Surabaya Dipagari

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 23 Jul 2026 21:45 WIB
Pagar tinggi yang mengelilingi mal di Surabaya.
Pagar tinggi yang mengelilingi mal di Surabaya. (Foto: Jemmi Purwodianto)
Surabaya -

Sejumlah mal Surabaya membuat heboh jagat maya karena dipasang pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter. Ada pun respons berbeda-beda menanggapi pemandangan baru di Mal Pakuwon Grup itu.

Salah satu pengelola tenan minuman di Tunjungan Plaza (TP) 1, Nia (24) mengaku tidak tahu alasan dipasang pagar besi tinggi. Meski begitu, ia menilai hal tersebut tak dampak pada penjualannya.

"Nggak ada dampak sih, biasa saja, karena nggak tahu juga kenapa dan nggak ada pengumuman, tiba-tiba dipasang," kata Nia kepada detikJatim, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Nia menduga pemasangan pagar juga salah satu bentuk antisipasi pihak TP ketika ada demo yang kerap terpusat di Gedung Negara Grahadi. Di mana ketika ricuh, tak sedikit massa mencoba masuk mal, namun berhasil dicegah.

ADVERTISEMENT

"Mungkin yang kapane (kapan hari) ada demo Agustus tahun lalu, banyak yang mau masuk soalnya. Tapi satpamnya sigap dan banyak banget, mal ditutup, semua pengunjung yang mau masuk nggak bisa, karena takutnya ada massa menyusup masuk. Kalau itu ya dukung-dukung saja," ceritanya.

Sementara salah satu warga Surabaya Timur, Khusnul Hasanah (30) tak masalah dengan pemasangan pagar di sejumlah mal. Apalagi bila tujuan pihak ingin melindungi pengunjung dari hal apa pun.

"Entah lebih aman atau mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Terus juga kan meskipun dipagari, kita tetap bisa masuk mal tanpa gimana gimana gitu. Nggak ada pengaruh negatif juga buat kita sebagai pengunjung," kata Khusnul.

Sama halnya dengan Dodik (37) salah satu ojol yang kerap menerima orderan makanan di mal. Menurutnya, selama masyarakat dan ojol masih bisa keluar masuk seperti biasa, maka pagar tidak berpengaruh.

"Ya nggak papa sih, masih bisa ambil orderan, keluar juga, nggak menghalangi," kata Dodik.

Menurutnya, pemasangan pagar justru baik. Apalagi ketika ada demo dan berujung ricuh, mal di pusat kota dirasa perlu memberikan perlindungan diri dan pengunjung supaya aman.

"Malah baik kalau dipagari, apalagi TP sama Delta (Plaza Surabaya) bisa aja mereka larinya di dua mal itu. Kalau ada pagar enak, tau ada ricuh mal langsung ditutup, pagar ditutup, wes, nggak bisa masuk. Kalau masuk mal malah bikin khawatir yang di dalam," pungkasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads