Dishut Jatim Siapkan Tiga Strategi Hadapi Karhutla 2026

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 15 Jul 2026 12:37 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan/Foto: iStock
Surabaya -

Pemprov Jatim melalui Dinas Kehutanan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2026. Ada tiga pilar strategi yang disiapkan Dinas Kehutanan Jatim.

"El Nino harus kita jadikan momentum untuk mengubah paradigma pengelolaan hutan, dari semata-mata memadamkan kebakaran menjadi mencegah kebakaran. Dinas Kehutanan Jatim menyiapkan strategi jangka panjang yang bertumpu pada tiga pilar utama yaitu perlindungan hutan berbasis kolaborasi, pemulihan ekosistem dan penguatan pengelolaan hutan lestari," kata Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (15/7/2026).

Jumadi membeberkan, pada pilar perlindungan hutan, Dinas Kehutanan Jatim memperkuat sistem deteksi dini melalui pemantauan hotspot secara real time, patroli terpadu di kawasan rawan kebakaran serta melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, BPBD, Perum Perhutani, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Prinsipnya, setiap titik api harus diketahui lebih cepat dan dicegah agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi pemangku kepentingan, secara khusus Ibu Gubernur Khofifah telah memimpin Rapat Koordinasi Penangan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau di Jatim yang dihadiri oleh Kapolda, Kodam, Kejati, bupati/wali kota beserta forkompimda, Kemenhut, BNBP, BMKG pada April lalu," jelasnya.

Pada pilar pemulihan ekosistem, Jumadi mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya untuk memulihkan kembali fungsi hutan baik yang disebabkan oleh kebakaran maupun sebab yang lain.

"Pemulihan ekosistem dilakukan disesuaikan dengan fungsi hutannya. Pada hutan konservasi seperti Tahura R. Soerjo, pemulihan ekosistem dilakukan dengan jenis-jenis endemik setempat. Pada hutan lindung dan hutan produksi, pemulihan ekosistem dilakukan dengan reboisasi sebagaimana perencanaan hutannya," tambahnya.

Pada pilar pengelolaan hutan lestari, Jumadi menyebut pengelolaan hutan diarahkan pada pengelolaan berbasis bentang alam melalui persetujuan berusaha dan perhutanan sosial agar kelestarian hutan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Efektivitas patroli hutan terus ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi seperti citra satelit, drone dan sistem pelaporan yang terintegrasi. Pendekatan patroli berbasis analisis resiko diterapkan untuk memastikan kegiatan yang lebih tepat sasaran, efisien serta mampu memberikan respon yang cepat terhadap potensi kebakaran," tandasnya.



Simak Video "Video: Pakar Lingkungan Universitas Palangka Raya Buka-bukaan Soal Tata Kelola Gambut di Indonesia!"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork