Jurus BPBD Jatim Cegah Karhutla Lewat Si Pongi

Jurus BPBD Jatim Cegah Karhutla Lewat Si Pongi

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 09:00 WIB
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Pemprov Jatim melalui BPBD melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sosialisasi hingga pemantauan melalui aplikasi dilakukan untuk menekan terjadinya karhutla.

"Upaya mencegah terjadinya karhutla pastinya perlu ada kolaborasi dari semua pihak, ada masyarakat, pemerintah, dunia usaha juga. Kita juga bersama dinas kehutanan selalu mengawasi melalui aplikasi Si Pongi. Si Pongi ini merupakan aplikasi yang menunjukkan apabila ada titik api, sehingga perlu dilakukan peninjauan di lapangan. Apabila itu terjadi kebakaran, maka dilakukan langkah-langkah pemadaman," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (9/7/2026).

Gatot menyebut, BPBD Jatim juga terus menggelar acara sosialisasi ke masyarakat untuk menekan angka karhutla. Sosialisasi ini rutin digelar setiap tahun di berbagai daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan sosialisasi terus kita lakukan ke warga terhadap potensi ancaman bencana kebakaran pada musim kemarau ini. Sosialisasi kepada masyarakat itu kami lakukan melalui program desa tangguh bencana (desta) juga dengan dinas terkait untuk memberikan edukasi," terangnya.

ADVERTISEMENT

"Kami juga berkoordinasi dengan para penjaga di jalur pendakian agar memberikan edukasi kepada para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan dan pastikan apabila menyalakan api harus dimatikan sempurna. Sudah banyak poster-poster dipasang di pos-pos pendakian terkait imbauan menjaga hutan dari kebakaran," tambahnya.

"Dan untuk para petani, kami juga sosialisasi agar ladang-ladang yang hendak dibuka tidak asal dibakar. Kalaupun sudah terlanjur dibakar, kembali lagi api harus dipadamkan sampai benar-benar tidak ada titik api. Dan yang paling penting, semua warga jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena banyak kasus kebakaran disebabkan oleh puntung rokok," lanjutnya.

Gatot mengatakan, pihaknya juga menggandeng relawan-relawan untuk menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan ataupun lahan termasuk di wilayah gunung

"Selain dengan aplikasi Si Pongi, kita juga bersama teman-teman dinas kehutanan ada masyarakat peduli api. Ada juga relawan, mereka ini kan saling menjaga dan mengontrol kondisi di lapangan apabila ada potensi akan ancaman kebakaran hutan," tandasnya.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads