4 SD di Ponorogo Hanya Dapat 2 Murid, Dindik Kaji Regrouping

Charolin Pebrianti - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 15:00 WIB
SDN Nailan Ponorogo 2 tahun berturut-turut tak dapat siswa baru (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mencatat, ada empat sekolah dasar (SD) yang hingga saat ini hanya memperoleh dua siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi itu dipicu minimnya jumlah anak usia sekolah di wilayah setempat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Farida Nuraini mengatakan, empat sekolah tersebut yakni SDN Nailan, SDN Setono, SDN Pomahan, dan SDN Tempuran.

"Ada empat yang sudah update ke kami, yaitu Nailan, Setono, Pomahan, dan Tempuran," kata Farida, Senin (13/7/2026).

Menurut Farida, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan minimnya siswa baru. Salah satunya karena jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut memang terbatas.

"Kami sudah melakukan pemetaan. Pertama, memang potensi siswanya habis. Kedua, kami belum bisa menyimpulkan apakah karena faktor keberhasilan program KB atau bukan karena belum ada data riil. Ketiga, lulusan TK di empat wilayah tersebut pada tahun ini memang masih sangat sedikit," ujarnya.

Farida menjelaskan, Dinas Pendidikan telah berupaya mencari solusi dengan memetakan potensi siswa serta menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, mulai pemerintah desa hingga para pemangku kepentingan di wilayah setempat.

"Kami berkolaborasi dengan kepala desa, perangkat desa, dan stakeholder lainnya agar potensi anak-anak di desa itu bisa masuk ke SD yang ada," jelasnya.

Dinas Pendidikan juga mulai mengkaji opsi regrouping atau penggabungan sekolah, khususnya bagi sekolah yang selama beberapa tahun berturut-turut tidak mendapatkan murid baru.

"Salah satunya SD Setono yang sudah dua tahun tidak mendapatkan siswa. Kami sudah melakukan survei lapangan untuk melihat kemungkinan dilakukan regrouping," ungkap Farida.

Ia menegaskan, keputusan regrouping tidak bisa dilakukan begitu saja. Ada tiga aspek yang harus dipastikan terlebih dahulu, yakni pengelolaan aset sekolah, kepastian hak belajar siswa, serta penataan tenaga pendidik agar tidak kehilangan hak menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Kalau regrouping dilakukan, asetnya harus jelas, siswanya harus dipindahkan ke sekolah lain agar hak belajarnya tetap terpenuhi, dan tenaga pendidiknya juga harus dipetakan supaya hak TPP mereka tetap aman," tegasnya.

Selain SDN Setono, SDN Nailan juga telah mengajukan usulan regrouping. Namun, usulan tersebut masih akan dievaluasi kembali setelah sekolah itu mendapat tambahan siswa.

"Nailan juga mengajukan regrouping. Tapi update hari ini Nambak sudah mendapat dua siswa, sehingga proposal yang diajukan akan kami monitoring kembali," pungkas Farida.



Simak Video "Video: Meriahnya Festival Balon Udara di Ponorogo"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork