24 SMP Negeri di Ponorogo Masih Kekurangan Siswa, Daftar Offline Dibuka

24 SMP Negeri di Ponorogo Masih Kekurangan Siswa, Daftar Offline Dibuka

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 04 Jul 2026 14:15 WIB
Siswa SMP di Probolinggo
Siswa SMP di Probolinggo (Foto: Charolin Pebrianti/ detikjatim)
Ponorogo -

Sebanyak 24 SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo belum memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Untuk mengisi bangku yang masih kosong, Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo membuka pendaftaran secara luring atau offline.

Ketua SPMB 2026 Kabupaten Ponorogo Farida Nuraini mengatakan seluruh SMP Negeri di wilayah Kecamatan Ponorogo telah memenuhi kuota. Sementara itu, sekolah-sekolah yang berada di kecamatan pinggiran masih kekurangan calon peserta didik.

"Tidak ada SMP Negeri yang nol siswa. Tetapi sekolah-sekolah di kecamatan pinggiran memang belum memenuhi pagu. Karena itu kami membuka pendaftaran secara offline," kata Farida kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Farida menjelaskan, pendaftaran offline diperuntukkan bagi calon siswa yang hingga kini belum diterima di sekolah negeri. Kesempatan tersebut hanya berlaku di SMP Negeri yang masih memiliki sisa kuota.

"Kalau SMP Negeri di Kecamatan Ponorogo semuanya sudah penuh. Jadi yang belum mendapatkan sekolah negeri masih bisa mendaftar ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Farida, pendaftaran secara luring akan tetap dibuka hingga seluruh kuota terpenuhi. Namun, apabila sampai akhir Juli masih terdapat kursi yang kosong, proses penerimaan peserta didik baru akan dihentikan.

"Kalau sampai batas akhir bulan Juli belum terpenuhi, ya sudah. Berarti anak-anak sudah mendapatkan sekolah masing-masing," jelasnya.

Dari 24 sekolah yang belum memenuhi kuota, SMP Negeri 1 Sawoo menjadi sekolah dengan kekurangan peserta didik terbanyak. Dari total kuota 192 siswa, hingga kini baru terdapat 109 pendaftar.

"Kuotanya 192 siswa, yang mendaftar baru 109. Jadi masih kurang sekitar 83 hingga 84 siswa," ungkap Farida.

Ia mengimbau para orang tua yang anaknya belum diterima di sekolah negeri agar memanfaatkan kesempatan pendaftaran offline tersebut. Menurutnya, kualitas SMP Negeri di wilayah pinggiran tidak kalah dengan sekolah yang berada di pusat kota.

"Silakan mendaftarkan anak ke SMP Negeri yang masih membuka pendaftaran. Kualitasnya juga tidak kalah," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Sugiarto mengaku telah menerima laporan terkait masih banyaknya SMP Negeri yang belum memenuhi kuota. Menurutnya, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

"Laporan dari Kepala Dinas Pendidikan sudah kami terima. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi kami bersama," pungkas Agus.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, terdapat 24 SMP Negeri yang masih kekurangan siswa. Di antaranya SMPN 1 Sawoo, SMPN 1 Babadan, SMPN 5 Ngrayun, SMPN 2 Satu Atap Jambon, SMPN 1 Pudak, SMPN 2 Bungkal, SMPN 1 Sooko, SMPN 2 Babadan, SMPN 1 Sampung, SMPN 2 Sampung, hingga SMPN 4 Ngrayun.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads