Tawarkan Seragam Gratis-Uang Saku, SDN di Tulungagung Cuma Dapat 2 Murid

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 13:45 WIB
Bocah di Tulungagung datang ke sekolah pakai kaus/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Tulungagung -

Di tengah khidmatnya apel pagi hari pertama masuk sekolah di SDN 2 Plandaan, Kabupaten Tulungagung, perhatian para guru mendadak tertuju ke pintu gerbang belakang. Seorang bocah laki-laki datang tanpa seragam diantar kakek dan neneknya.

Namanya Candra Mohammad Saputra, ia merupakan satu dari dua siswa baru yang diterima SDN 2 Plandaan pada tahun ajaran ini.

Ia datang hanya memakai kaus, celana pendek, dan sandal jepit, sembari memanggul tas ransel di punggungnya.

"Ngapunten terlambat, wonten tamu niki wau (maaf terlambat, tadi masih ada tamu)," kata nenek Candra seraya masuk ke lingkungan sekolah, Senin (13/7/2026).

Bocah di Tulungagung datang ke sekolah pakai kaus Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim

Tanpa menunggu lama, para guru langsung menyambutnya dengan hangat dan membawanya ke ruang guru untuk menerima seragam sekolah gratis. Senyum ceria Candra langsung mengembang saat seragam baru menempel di badan Candra.

Momen sederhana ini menjadi gambaran nyata salah kondisi SD negeri di Tulungagung yang mengalami kekurangan murid baru. Kondisi ini bukan berarti para guru hanya berpangku tangan, mereka justru telah berjuang semaksimal mungkin untuk mendapatkan siswa baru.

"Alhamdulillah tahun ini kami dapat dua siswa," kata Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah.

Menurutnya, upaya mencari murid baru telah dilakukan para guru hingga kepala sekolah sejak empat bulan sebelum pendaftaran. Mereka bergerilya ke sejumlah TK yang ada di sekitar sekolah.

"Cari kepada kepala sekolahnya TK, guru-gurunya TK, mana yang dekat dengan SD kami. Akhirnya kami datangi ke rumah satu-satu," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya menyisir sejumlah rumah yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Di tengah upaya itu, pihaknya mendapatkan fakta dari warga.

"Ada beberapa warga yang bilang kalau sekolah kami ini sudah tutup lama. Padahal sampai saat ini masih beroperasi," jelasnya.

Untuk menggaet para siswa, pihak sekolah menyiapkan sejumlah fasilitas, mulai seragam gratis, alat tulis hingga sepatu. Bahkan untuk siswa tidak mampu akan dibiayai hingga lulus.

"Kami yang ASN sepakat patungan Rp 200 ribu/bulan untuk siswa baru. Ini demi keberlangsungan sekolah kami," jelasnya.

Dari upaya pencarian itu, pihaknya sempat mendapatkan tiga calon siswa baru. Namun, di detik-detik terakhir hanya dua yang masuk. "Kurang satu hari kami ke datangi lagi, yang positif sini alhamdulillah dua," jelasnya.

Menurutnya, persaingan antarsekolah hingga persepsi masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi para guru untuk memperoleh siswa baru.



Simak Video "Video: Bupati Tertangkap OTT KPK, Pendopo Tulungagung Ditutup"


(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork