Limbah kelapa sawit berpotensi menjadi solusi untuk menekan biaya pakan ternak yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar peternak. Produk sampingan seperti solid sawit, bungkil inti sawit, hingga pelepah dapat diolah menjadi bahan baku pakan alternatif yang lebih ekonomis.
Peluang tersebut bukan sekadar teori. Sejumlah peternak kambing di Kalimantan Selatan telah memanfaatkan solid sawit yang difermentasi dan dicampur dengan hijauan serta konsentrat.
Racikan tersebut mampu menekan biaya pakan hingga 30 sampai 40 persen dibandingkan penggunaan ampas tahu. Dalam ujicoba selama 30 hari, beberapa kambing yang diberi pakan racikan tersebut juga mengalami kenaikan bobot badan sekitar 3 sampai 4 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Prof Dyah Wulan Sari mengatakan limbah sawit berpeluang meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Terlebih, biaya pakan bisa mencapai 60 sampai 70 persen dari total biaya produksi.
"Produksi sawit kita besar, sementara biaya pakan ternak juga tinggi. Limbah sawit bisa menjadi bahan baku alternatif untuk menekan biaya tersebut," ujar Dyah Wulan Sari kepada wartawan di Kantor Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (21/10/2026).
Menurut Dyah, pemanfaatan limbah sawit juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pengolahannya harus memperhatikan formulasi, mutu, dan keamanan pakan.
Ketersediaan bahan baku juga perlu dijaga agar pemanfaatannya berkelanjutan. Karena itu, kemitraan dengan perusahaan perkebunan sawit menjadi salah satu kunci untuk memastikan pasokan bagi peternak.
"Peternak di Malang Raya perlu membangun kemitraan pasokan dan menjaga kualitas pakan. Dengan begitu, biaya produksi bisa lebih efisien," katanya.
Sementara untuk mendorong pemanfaatan potensi tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan LPEP FEB Universitas Airlangga menggelar Workshop dan Aksi Nyata bertema Peningkatan Nilai Tambah Limbah Kelapa Sawit melalui Inovasi Pakan Ternak Berbasis Ekonomi Sirkular.
Kegiatan berlangsung pada 20 sampai 22 Oktober 2026 di GKSI Jawa Timur. Pesertanya melibatkan peternak dan pelaku UMKM di bidang pakan ternak, peternakan, serta pengolahan hasil perkebunan.
Ketua Pelaksana Akhmad Jayadi mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peserta mampu mengolah limbah sawit menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengembangkan usaha.
"Kami ingin peserta bisa membuat pakan berbahan limbah sawit, mengurus legalitas usaha, dan menyiapkan proposal pembiayaan," ujar Akhmad terpisah.
Pada hari pertama workshop, peserta mendapatkan materi tentang potensi limbah sawit, peluang usaha, studi kasus pakan alternatif, hingga analisis kelayakan usaha. Materi juga mencakup perhitungan biaya produksi dan keuntungan.
Hari berikutnya, peserta dijadwalkan mengikuti pendampingan legalitas usaha melalui sistem OSS-RBA, pemaparan skema pembiayaan termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pertemuan bisnis dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.
