GERD Sering Dianggap Sepele, Benarkah Bisa Sebabkan Kematian?

GERD Sering Dianggap Sepele, Benarkah Bisa Sebabkan Kematian?

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Minggu, 14 Jun 2026 18:20 WIB
Ilustrasi maag atau GERD
Ilustrasi maag atau GERD. Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Surabaya -

Gastroesophageal reflux disease (GERD) kerap dianggap sebagai penyakit ringan karena gejalanya yang umum, seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, hingga asam lambung baik.

Padahal, pada kondisi tertentu gangguan asam lambung dapat memicu komplikasi serius yang berisiko mengancam nyawa. Lantas, apakah GERD memicu kematian mendadak? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian GERD

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, salah satunya berupa heartburn, yakni sensasi panas dan perih di area dada. Asam lambung sendiri adalah cairan yang diproduksi lambung dan berfungsi membantu proses pencernaan.

Dalam keadaan normal, cairan ini akan dicegah agar tidak naik ke kerongkongan oleh otot di bagian bawah esofagus disebut Lower Esophageal Sphincter (LES). LES merupakan otot berbentuk cincin yang terletak di antara lambung dan kerongkongan.

ADVERTISEMENT

Otot ini bekerja seperti katup yang terbuka saat makanan atau minuman masuk ke lambung, lalu menutup kembali untuk mencegah asam lambung naik. Namun, otot tersebut dapat mengalami gangguan fungsi saat melemah, sehingga asam lambung yang seharusnya ditahan justru bisa mengalir naik.

Penyebab GERD

Penyebab GERD yakni ketika melemahnya otot LES sehingga tidak dapat menahan isi lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Apabila terjadi secara terus-menerus keadaan ini dapat membuat lapisan kerongkongan teriritasi hingga menyebabkan peradangan. Terdapat sejumlah penyebab GERD di antaranya sebagai berikut.

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kehamilan
  • Usia lanjut
  • Kebiasaan langsung berbaring atau tidur usai makan
  • Gastroparesis, yakni melemahnya otot dinding lambung sehingga pengosongan lambung melambat
  • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma atau lupus
  • Penyakit bawaan lahir, seperti hernia hiatus dan atresia esofagus
  • Riwayat tindakan operasi pada area dada atau perut bagian atas yang berdampak pada kerongkongan terluka
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, ibuprofen, benzodiazepin, antidepresan, atau obat terapi hormon untuk menopause

Apakah GERD Berpotensi Picu Kematian Mendadak?

GERD bukan termasuk penyakit yang secara langsung menyebabkan kematian mendadak dan tidak tergolong sebagai penyakit mematikan. Meski demikian, apabila tidak ditangani dengan tepat, GERD berpotensi menimbulkan sejumlah komplikasi serius, antara lain sebagai berikut.

  • Esofagitis, terdapat kondisi peradangan atau bahkan perdarahan pada jaringan di esofagus.
  • Striktur esofagus, kerusakan pada bagian bawah esofagus yang memicu terbentuknya jaringan parut, sehingga saluran makanan menjadi menyempit
  • Esofagus Barret, kerusakan yang mengakibatkan perubahan pada jaringan yang melapisi esofagus dan ada potensi berkembang menjadi kanker esofagus.

Ahli Gastroenterologi Prof Ari Fahrial Syam juga menjelaskan bahwa GERD sebenarnya tidak memicu kematian mendadak. Meskipun demikian, GERD yang tidak segera diatasi dapat memperburuk kondisi pasien ketika mengalami komplikasi atau infeksi lain.

"Yang paling dekat bisa menyebabkan kondisi infeksi, kemudian terjadi infeksi sistemik atau sepsis. Itu memang bisa berujung kepada kematian. Nah, kondisi-kondisi lain itu bisa saja memperburuk keadaan," ujarnya dikutip dari detikHealth.

Prof Ari Fahrial juga menekankan untuk melakukan pengobatan GERD secara teratur. Hal ini dikarenakan apabila tidak tertangani dengan baik, penyakit tersebut dapat kambuh dan memperburuk keadaan ketika muncul masalah kesehatan lain.

"Misalnya satu pasien GERD, pengobatan belum tuntas, kemudian hamil, itu bisa membuat GERD kambuh, khususnya di trimester pertama. Jadi sekali lagi, untuk yang punya sakit GERD, berobatlah secara teratur dan pastikan kondisinya terkontrol agar ketika timbul masalah lain tidak memperburuk keadaan," pungkasnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads