Pembangunan Frontage Road (FR) Waru, Sidoarjo yang sempat terhambat karena persoalan pembebasan lahan makam kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Pemkab Sidoarjo memastikan proses itu tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan pembayaran ganti rugi sebelum proyek kembali dilanjutkan.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan kendala yang selama ini menghambat pembangunan frontage road mulai menemukan solusi. Salah satunya terkait relokasi makam yang terdampak proyek.
"Alhamdulillah, persoalan yang kemarin menjadi kendala sudah ada jalan keluarnya. Lokasi relokasi makam juga sudah tersedia," kata Subandi kepada detikJatim, Jumat (6/6/2026).
Menurut Subandi, masalah muncul karena area makam yang terdampak proyek tidak masuk dalam penetapan lokasi (penlok) saat proses pembebasan lahan dilakukan sebelumnya. Akibatnya, nilai appraisal yang ditetapkan lebih rendah dibanding lahan lain yang masuk penlok sehingga memicu penolakan dari warga.
"Kendalanya pada anggaran tahun 2025. Ini kan ada masalah makam. Mestinya waktu pembebasan awal itu masuk penlok, tujuannya agar nilai harga tanah sesuai dengan yang dibebaskan yang lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak masuknya lahan makam ke dalam penlok membuat nilai ganti rugi yang dihitung tim appraisal menjadi lebih kecil. Kondisi itu menyebabkan proses pembebasan lahan tidak bisa segera diselesaikan.
"Karena kemarin tidak masuk penlok, harga appraisal-nya kecil, akhirnya masyarakat menolak," jelasnya.
Kini, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan lokasi relokasi makam di kawasan Waru Barat. Pemerintah daerah juga tinggal menyelesaikan proses pembayaran setelah seluruh tahapan administrasi rampung.
"Sekarang tinggal pembayaran saja. Karena ini masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur, jadi kami menunggu sebentar. Insyaallah segera kami realisasikan," kata Subandi.
Ia menambahkan, proses pembayaran pembebasan lahan ditargetkan dapat dilakukan pada Juni hingga Juli tahun ini. Setelah pembayaran selesai, pengerjaan frontage road akan kembali dilanjutkan.
"Insyaallah bulan Juni sampai Juli sudah pembayaran," ucapnya.
Subandi optimistis proyek strategis yang menghubungkan kawasan Waru hingga Kota Sidoarjo tersebut dapat terselesaikan sesuai target. Ia berharap seluruh hambatan yang selama ini muncul tidak lagi mengganggu proses pembangunan.
"Harapan kita tahun 2026 ini Waru sampai Sidoarjo sudah clear," tegasnya.
Saat ditanya apakah frontage road nantinya akan benar-benar tersambung penuh hingga Sidoarjo, Subandi menjawab dengan yakin. "Iya, tembus sampai Sidoarjo," pungkasnya.
Frontage road Waru-Sidoarjo merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di jalur utama Surabaya-Sidoarjo, sekaligus meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi tersebut.
Simak Video "Video Banjir Rob Rendam 4 Desa di Pesisir Sedati Sidoarjo"
(irb/dpe)