Debu Proyek Pelebaran Jalan Mojotengah Gresik Dikeluhkan Warga-Pengendara

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 03 Jun 2026 18:15 WIB
Pengendara melintas di Jalan Mojotengah yang penuh debu/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Gresik -

Selain memicu kemacetan panjang, proyek pelebaran Jalan Mojotengah yang menghubungkan Kecamatan Menganti dan Kedamean, Gresik juga menimbulkan keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Debu tebal yang beterbangan dari area proyek dinilai semakin mengganggu karena minimnya penyiraman, terutama saat cuaca panas dan aktivitas kendaraan sedang padat.

Pantauan di lokasi, Rabu (3/6/2026), ruas Jalan Mojotengah tampak diselimuti debu yang beterbangan akibat aktivitas alat berat, tumpukan material proyek, serta lalu lalang kendaraan berat.

Setiap kali truk melintas, kepulan debu membumbung ke udara dan menyelimuti badan jalan hingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan.

Kondisi tersebut paling dirasakan pengendara sepeda motor yang harus melintasi jalur proyek setiap hari. Sejumlah pengendara terlihat mengenakan masker dan menutupi wajah untuk mengurangi paparan debu. Meski demikian, debu tetap beterbangan dan menempel pada pakaian maupun masuk ke mata saat berkendara.

Hendrawan, warga sekitar, mengaku debu dari proyek pelebaran jalan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kondisi itu terjadi hampir sepanjang hari, terutama ketika kendaraan besar melintas.

"Kalau siang dan cuaca panas, debunya sangat banyak. Rumah yang dekat jalan juga cepat kotor. Kami berharap ada penyiraman rutin supaya debunya tidak terlalu mengganggu," ujar Hendrawan, Rabu (3/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Anita, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di Jalan Mojotengah untuk bekerja. Ia mengaku sering terpapar debu saat melintasi lokasi proyek.

"Yang paling terasa itu pengendara motor. Debunya masuk ke mata dan menempel di pakaian. Kadang harus pakai masker dobel karena debunya cukup tebal," katanya.

Menurut Anita, selain kemacetan akibat sistem buka-tutup jalan, persoalan debu juga perlu mendapat perhatian serius selama proyek berlangsung.

"Kalau perbaikan jalan memang bagus untuk jangka panjang, tetapi selama proses pengerjaan sebaiknya ada penyiraman lebih sering agar pengguna jalan tidak terlalu terganggu," tambahnya.

Diketahui, proyek pelebaran Jalan Mojotengah yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur telah dimulai sejak pertengahan Mei 2026 dan diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga bulan. Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup karena sebagian badan jalan digunakan untuk proses konstruksi.

Warga berharap pelaksana proyek dapat meningkatkan upaya pengendalian debu melalui penyiraman rutin dan langkah mitigasi lainnya agar dampak terhadap masyarakat serta pengguna jalan dapat diminimalkan.



Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork