Round Up

Uniknya Peternakan Unta di Mojokerto, Harga Rp 200 Juta

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 14 Mei 2026 09:15 WIB
Melihat perternakan unta di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sebuah peternakan di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mendadak menjadi pusat perhatian warga. Bukan karena sapi atau kambing, melainkan karena keberadaan empat ekor unta punuk satu yang digembalakan di area peternakan tersebut.

Anak-anak hingga orang dewasa ramai datang ke Berkah Wafa Farm hanya untuk melihat langsung hewan khas Timur Tengah itu. Mereka rela antre swafoto, memberi makan, hingga mencoba menyentuh unta yang selama ini hanya dilihat lewat televisi atau internet.

Pengelola Berkah Wafa Farm, Faisal Effendi (45) mengatakan, unta-unta tersebut didatangkan dari Australia melalui perusahaan importir. Namun asal hewan itu sebenarnya dari Arab Saudi.

"Asal unta dari Arab Saudi ke Australia. Karena di Australia sekarang jadi hama. Kami ambilnya dari Australia," kata Faisal kepada wartawan di Berkah Wafa Farm, Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto, Rabu (13/5/2026).

Menurut Faisal, proses mendatangkan unta ke Indonesia tidak mudah. Ia harus mengurus izin impor bibit khusus unta punuk satu selama berbulan-bulan.

"Lamanya di perizinan, berbulan-bulan, hampir setahun. Alhamdulillah setelah itu di-support penuh oleh Kementerian Pertanian," ungkapnya.

Berkah Wafa Farm sendiri awalnya merupakan peternakan sapi yang sudah berjalan sekitar dua tahun. Sekitar dua bulan lalu, Faisal mulai mencoba budidaya unta dengan membeli tujuh ekor dari importir.

Saat ini, empat ekor unta dirawat di peternakan tersebut, terdiri dari dua jantan dan dua betina. Tiga ekor lainnya dipinjamkan untuk kebutuhan edukasi.

"Yang 3 ekor kami pinjamkan untuk edukasi. Karena unta hewan yang unik dan menggemaskan," terangnya.

Empat unta itu pun diberi nama unik, yakni Bela, Heri, Bimbim dan Lala. Umur mereka berkisar 3 hingga 5 tahun. Faisal juga membuat kandang khusus berlantai pasir sungai agar unta lebih nyaman dan tidak lembap.

"Kami ingin mencoba kembangkan unta-unta ini untuk ternak. Masih dalam tahap belajar," jelasnya.

Keberadaan unta-unta tersebut membuat Berkah Wafa Farm ramai didatangi warga setiap hari. Faisal bahkan harus mengatur jam kunjungan agar hewan-hewan itu tidak stres dan pekerja tetap bisa fokus merawat ternak.

"Kami senang karena salah satu tempat orang bisa datang untuk lihat unta langsung secara gratis, mereka bawa sayuran, mengurangi biaya pakan. Tidak senangnya karena ini kan musim PMK (penyakit mulut dan kuku). Kadang-kadang orang datang ke sini tidak bisa dibatasi," ujar Faisal.

Salah satu pengunjung, Linda (35), mengaku hampir setiap hari datang karena anaknya penasaran dengan unta.

"Soalnya si kecil kan lagi eksplore hewan-hewan, lagi senang-senangnya nonton hewan. Di sini ada sapi, unta dan burung," tandasnya.

Tak hanya menjadi tontonan warga, keberadaan unta di Mojokerto juga memancing rasa penasaran banyak orang yang ingin membeli hewan tersebut untuk kurban Idul Adha.

"Ratusan orang yang sudah tanya-tanya untuk kurban dari Jawa maupun luar Jawa, tapi kaget," kata Faisal.



Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"


(ihc/hil)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork