Ada Stiker Kemenhut pada Ratusan Kayu Gelondongan di Pesisir Sumenep

Ada Stiker Kemenhut pada Ratusan Kayu Gelondongan di Pesisir Sumenep

Ahmad Rahman - detikJatim
Selasa, 22 Sep 2026 09:51 WIB
Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Sumenep
Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Sumenep/Foto: Ahmad Rahman/detikJatim
Sumenep -

Ratusan batang kayu berukuran besar terdampar di sepanjang pesisir Desa Romben Rana dan Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ada stiker Kemenhut pada kayu-kayu tersebut.

Kayu-kayu itu telah berada di kawasan pesisir selama sekitar tiga hari. Pantauan detikJatim hingga Selasa (22/9/2026), sebagian kayu belum dievakuasi sehingga keberadaannya mengganggu aktivitas para nelayan setempat.

Berdasarkan informasi warga, kayu-kayu tersebut diduga merupakan muatan kapal yang terlepas dan terbawa arus setelah kapal dihantam gelombang besar di perairan sebelah timur Kabupaten Sumenep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir SumenepRatusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Sumenep Foto: Ahmad Rahman/detikJatim

Batang kayu yang ditemukan berukuran cukup besar, dengan diameter mencapai sekitar 3 meter dan panjang sekitar 12 meter. Sebagian di antaranya merupakan jenis kayu meranti.

ADVERTISEMENT

Menariknya, pada kayu-kayu tersebut terdapat stiker berwarna kuning yang mencantumkan tulisan "Kementerian Kehutanan Republik Indonesia" dan nama PT Utama Damai Indah Timber. Stiker tersebut juga dilengkapi nomor seri serta tiga barcode yang diduga memuat informasi mengenai riwayat kayu.

Keberadaan ratusan batang kayu tersebut membuat nelayan setempat resah. Kayu yang berukuran besar itu berada di sekitar kawasan pesisir yang biasa digunakan untuk aktivitas perahu nelayan, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan perahu maupun menyebabkan kerusakan apabila terjadi benturan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Kamiluddin mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan agen dan pihak yang disebut sebagai pemilik kayu agar segera dilakukan evakuasi.

"Kemarin siang masih rapat dengan agen dan pemilik. Mungkin hari ini akan dilakukan evakuasi, tetapi kemarin masih berdiskusi bagaimana cara mengevakuasi kayu itu," kata Kamiluddin, Selasa (22/9/2026).

Sementara itu, Petugas Tagana Kecamatan Dungkek, Fathorrahman mengatakan, jumlah kayu yang telah dihitung oleh warga bersama petugas mencapai sekitar 405 batang.

Namun, jumlah tersebut masih mungkin bertambah karena terdapat informasi mengenai kayu serupa yang juga terdampar di wilayah pesisir utara Kecamatan Batang-Batang.

"Kemarin sudah dihitung ada sekitar 405 batang. Namun ada informasi katanya di pesisir Legung, Batang-Batang, juga ada. Masih dicek oleh teman-teman Tagana," ujar Fathorrahman.

Ratusan batang kayu tersebut saat ini masih tersebar di sepanjang pesisir Kecamatan Dungkek, terutama di wilayah Desa Romben Rana dan Desa Bicabbi. Petugas bersama pihak terkait masih melakukan koordinasi terkait langkah evakuasi agar keberadaan kayu tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads