Unik, Peternakan di Mojokerto Ini Budidaya Unta Impor dari Australia

Unik, Peternakan di Mojokerto Ini Budidaya Unta Impor dari Australia

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 13 Mei 2026 19:00 WIB
Peternakan unta di Mojokerto
Peternakan unta di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sebuah peternakan di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, menjadi pusat perhatian warga terutama anak-anak. Sebabnya, di peternakan bernama Berkah Wafa Farm itu pemiliknya melakukan budi daya unta.

Unta-unta milik Berkah Wafa Farm menjadi tontonan anak-anak ketika digembala di area peternakan. Didampingi orang tua masing-masing, mereka tak sekadar swafoto, tapi juga ingin memegang langsung hewan khas Timur Tengah ini.

Pengelola Berkah Wafa Farm, Faisal Effendi (45) menuturkan, unta punuk satu ini diimpor dari Australia oleh sebuah perusahaan importir. Meski demikian, 4 unta miliknya itu berasal dari dari Arab Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asal unta dari Arab Saudi ke Australia. Karena di Australia sekarang jadi hama. Kami ambilnya dari Australia," kata Faisal kepada wartawan di Berkah Wafa Farm, Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Ngoro, Mojokerto, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk membawa masuk unta-unta ini ke tanah air, menurut Faisal, harus melalui proses perizinan yang lama. Yaitu izin bibit khusus unta punuk satu.

"Lamanya di perizinan, berbulan-bulan, hampir setahun. Alhamdulillah setelah itu di-support penuh oleh Kementerian Pertanian," ungkapnya.

Berkah Wafa Farm, lanjut Faisal, awalnya membeli 7 unta dari importir sekitar 2 bulan lalu. Terdiri dari 4 unta jantan dan 3 betina. Saat ini, pihaknya fokus merawat 4 unta yang terdiri dari 2 jantan dan 2 betina untuk dikembangbiakkan.

"Yang 3 ekor kami pinjamkan untuk edukasi. Karena unta hewan yang unik dan menggemaskan," terangnya.

Budi daya unta di Berkah Wafa Farm, menurut Faisal, pada tahap belajar dan uji coba. Empat unta berumur 3-5 tahun di peternakan ini diberi nama masing-masing, yakni Bela, Heri, Bimbim dan Lala. Kandangnya juga dibuat khusus berlantai pasir sungai.

"Kami ingin mencoba kembangkan unta-unta ini untuk ternak. Masih dalam tahap belajar," jelasnya.

Ramainya pengunjung untuk melihat langsung unta membuat Faisal senang. Ia memberi waktu khusus bagi para pengunjung pukul 11.00-12.00 dan 15.30-17.00 WIB. Agar para pekerja bisa fokus melakukan perawatan dan tidak membuat tenak setres.

"Kami senang karena salah satu tempat orang bisa datang untuk lihat unta langsung secara gratis, mereka bawa sayuran, mengurangi biaya pakan. Tidak senangnya karena ini kan musim PMK (penyakit mulut dan kuku). Kadang-kadang orang datang ke sini tidak bisa dibatasi," ujar Faisal.

Salah satu pengunjung, Linda (35), mengaku datang ke Berkah Wafa Farm karena putranya hampir setiap hari ingin melihat unta. Sebab baru sekitar 2 bulan terakhir ada unta di desanya.

"Soalnya si kecil kan lagi eksplore hewan-hewan, lagi senang-senangnya nonton hewan. Di sini ada sapi, unta dan burung," tandasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads