Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.
Kondisi terkini ARM (24), pemuda yang sempat membuat geger karena memanjat tower seluler di Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo, mulai membaik. Setelah berhasil dievakuasi usai bertahan sekitar tiga jam di atas tower, ARM kini ditangani Dinas Sosial Sidoarjo.
Kepala Desa Kwangsan Sutrisno mengungkapkan, korban masih mengalami trauma setelah aksi dramatis yang disaksikan ribuan warga itu. Banyaknya kerumunan di bawah tower bahkan disebut sempat membuat korban tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak yang nonton, waduh itu ribuan mbak yang nonton sampai macet," kata Sutrisno saat mengudara di Suara Surabaya, Kamis (23/4/2026).
Menurut Sutrisno, proses evakuasi juga sempat memicu kemacetan total di kawasan Margomulyo hingga sekitar lokasi kejadian.
"Macet total, ada ribuan warga yang lihat" ujarnya.
Setelah berhasil diturunkan, ARM langsung dilarikan ke Puskesmas karena kondisinya sangat lemah. Usai mendapatkan penanganan medis, ARM kemudian dibawa ke Dinas Sosial Sidoarjo.
"Iya langsung dibawa ke puskesmas karena kondisinya lemah," ungkap Sutrisno.
Saat ini, Dinas Sosial Sidoarjo disebut tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di Jawa Tengah, untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan dipulangkan kepada keluarga.
"Rencana tadi malam, nanti antara Dinas Sosial Sidoarjo mau menghubungi Dinas Sosial yang ada di Jawa Tengah," jelasnya.
Sutrisno menyebut ARM diketahui bekerja di sebuah kafe di kawasan Bypass Juanda. Dari informasi yang diterimanya, pemuda asal Sleman, DIY itu nekat memanjat tower setelah diputus pacarnya.
"Diputus," jawab Sutrisno singkat.
Ia menduga kondisi korban yang melemah saat berada di atas tower juga dipicu karena sengaja tidak makan sejak dini hari. Meski kini kondisi fisik ARM berangsur pulih, trauma psikologis disebut masih membekas.
"Alhamdulillah tadi malam dibawa ke Dinas Sosial itu sudah sehat. Cuma bayangannya, masih trauma sedikit-sedikit lah," pungkasnya.
Sebelumnya, aksi seorang pemuda memanjat tower seluler di Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo, Rabu (22/4/2026), membuat geger warga dan memicu kemacetan panjang di sekitar lokasi. Drama penyelamatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu menyita perhatian banyak orang hingga proses evakuasi berjalan cukup menegangkan.
Belakangan terungkap, pria berinisial ARM (24) asal Sleman, DIY, diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri karena persoalan asmara.
(dpe/hil)











































