Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.
Aksi seorang pemuda memanjat tower seluler di Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo, Rabu (22/4/2026), membuat geger warga dan memicu kemacetan panjang di sekitar lokasi. Drama penyelamatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu menyita perhatian banyak orang hingga proses evakuasi berjalan cukup menegangkan.
Belakangan terungkap, pria berinisial ARM (24) asal Sleman, DIY, diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri karena persoalan asmara. Berikut sejumlah fakta di balik aksi pria panjat tower di Sedati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Diduga Dipicu Masalah Asmara
Kapolsek Sedati Iptu Masyita Dian Sugianto mengungkapkan, aksi nekat ARM diduga dipicu persoalan dengan sang kekasih yang membuat korban merasa terpukul. Polisi memastikan dugaan awal percobaan bunuh diri ini berkaitan dengan masalah pribadi korban, yakni sakit hati karena merasa disepelekan pacarnya.
"Betul, percobaan bunuh diri. Motifnya asmara, karena merasa disepelekan oleh pacarnya," ujar Masyita dikonfirmasi detikJatim.
2. Evakuasi Berlangsung Dramatis Selama 3 Jam
Petugas gabungan dari Polsek Sedati, BPBD, Basarnas hingga pemadam kebakaran dikerahkan sejak laporan diterima pukul 16.30 WIB untuk membujuk korban turun dari tower. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena korban beberapa kali berubah sikap, bahkan sempat turun lalu kembali naik akibat terdistraksi suasana di bawah.
"Satu kali sempet turun terus naik lagi karena ada sorak-sorak dari warga mungkin mentalnya kena, yang ke 2 turun dengan alat bantu dari crew pemadam," kata Rios.
3. Korban Akhirnya Lemas dan Bisa Dievakuasi
Setelah berjam-jam bertahan di atas tower, kondisi fisik korban terus menurun hingga membuat proses evakuasi lebih memungkinkan dilakukan secara teknis menggunakan body harness. Polisi menyebut tidak ada bujukan khusus yang membuat korban menyerah, melainkan kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah.
"(Korban) sudah lemas karena belum makan dari jam 3 pagi," tutur Masyita.
4. Aksi Korban Picu Kemacetan Panjang
Peristiwa ini tak hanya mengundang kerumunan warga, tetapi juga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh dan mengular hingga sekitar 1,5 kilometer. Banyak pengendara terjebak macet karena warga berhenti menonton proses penyelamatan yang berlangsung di pinggir jalan.
"Karena ada kejadian (pria memanjat tower) macet dari Jalan Ir. Juanda sampai depan Puskesmas Sedati," keluhnya.
5. Korban Selamat dan Akan Ditangani Dinsos
Tim gabungan akhirnya berhasil menurunkan ARM sekitar pukul 20.10 WIB dalam kondisi selamat meski tampak sangat lemas, lalu langsung dilarikan ke Puskesmas Sedati untuk penanganan medis. Setelah itu korban direncanakan diserahkan ke Dinas Sosial untuk pendampingan dan penanganan lebih lanjut.
"Betul, percobaan bunuh diri. Motifnya asmara, karena merasa disepelekan oleh pacarnya," ujar Masyita dikonfirmasi detikJatim.
Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik] (hil/hil)
