Geger Pria Panjat Tower di Sidoarjo Hendak Bunuh Diri gegara Asmara

Round-Up

Geger Pria Panjat Tower di Sidoarjo Hendak Bunuh Diri gegara Asmara

Denza Perdana - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 08:15 WIB
Pria panjat tower coba bunuh diri di Sidoarjo.
Pria panjat tower coba bunuh diri di Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat atau layanan darurat Healing 119. Anda tidak sendirian.

Aksi nekat dilakukan seorang pemuda berinisial ARM (24) di Desa Kwangsan, Sedati, Sidoarjo, Rabu (22/4/2026). Pria asal Sleman, DIY, ini nekat memanjat tower seluler lantaran diduga depresi akibat persoalan asmara. Aksi yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini sempat memicu kemacetan panjang dan kehebohan warga di sekitar lokasi.

Kapolsek Sedati, Iptu Masyita Dian Sugianto, mengonfirmasi bahwa motif di balik aksi percobaan bunuh diri tersebut adalah sakit hati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, percobaan bunuh diri. Motifnya asmara, karena merasa disepelekan oleh pacarnya," ujar Masyita dikonfirmasi detikJatim.

Drama penyelamatan dimulai sejak laporan diterima pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas gabungan dari Polsek Sedati, BPBD, Basarnas, hingga pemadam kebakaran dikerahkan untuk membujuk korban turun.

ADVERTISEMENT

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah lantaran banyaknya warga yang berkerumun dan memberikan reaksi yang justru membuat korban terdistraksi.

Salah satu warga sekitar, Rios, menyebutkan bahwa ARM sebenarnya sempat mencoba turun, namun kembali memanjat ke atas karena terganggu oleh teriakan massa di bawah tower.

"Satu kali sempet turun terus naik lagi karena ada sorak-sorak dari warga mungkin mentalnya kena, yang ke 2 turun dengan alat bantu dari crew pemadam," kata Rios.

Kondisi korban yang terus melemah akhirnya memudahkan petugas untuk melakukan evakuasi secara teknis. Iptu Masyita menjelaskan bahwa tidak ada bujukan khusus yang membuat korban menyerah, melainkan kondisi fisiknya yang sudah mencapai titik nadir. "(Korban) sudah lemas karena belum makan dari jam 3 pagi," tutur Masyita.

Kemacetan panjang pun tak terelakkan di sekitar lokasi kejadian. Salah satu pengendara, Feri, mengaku terjebak macet hingga 1,5 km akibat banyaknya warga yang berhenti untuk menonton.

"Karena ada kejadian (pria memanjat tower) macet dari Jalan Ir. Juanda sampai depan Puskesmas Sedati," keluhnya.

Baru pada pukul 20.10 WIB, tim gabungan berhasil membawa ARM turun dengan selamat menggunakan bantuan body harness. Korban yang tampak sangat lemas langsung dilarikan ke Puskesmas Sedati menggunakan ambulans PMI agar segera mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya, pria tersebut rencananya akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh rangkaian evakuasi dinyatakan rampung pada pukul 20.49 WIB dalam kondisi aman.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads