Sering Tertukar, Mana yang Tepat, Happy Easter atau Happy Passover?

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Hari Paskah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Koberska
Surabaya -

Perdebatan soal ucapan "Happy Easter" dan "Happy Passover" kerap muncul menjelang perayaan Paskah. Sebagian orang menilai Easter tidak tepat karena dianggap berasal dari tradisi pagan yang berkaitan dengan penyembahan berhala.

Sementara lainnya menyebut istilah tersebut sah digunakan dalam kekristenan. Tak sedikit pula yang menyarankan agar ucapan "Happy Easter" diganti menjadi "Happy Passover".

Lalu, sebenarnya mana yang benar? Apakah Easter memang berbeda dari Passover, atau keduanya memiliki makna dan konteks yang tidak bisa disamakan? Berikut penjelasan sejarah dan maknanya agar tidak salah kaprah.

Makna Easter dalam Kekristenan

Dalam tradisi Kristen, Easter adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Fokus utamanya adalah kebangkitan Kristus setelah wafat di kayu salib, yang menjadi inti iman Kristen.

Menurut penjelasan pada laman Katolisitas, kata Easter dalam bahasa Inggris dikaitkan dengan kata kuno Eostur/Eostre atau dalam bahasa Jerman Ostern, yang berhubungan dengan makna 'kebangkitan' atau 'bangkit' ('erstehen' atau 'auferstehen' dalam bahasa Jerman modern).

Nama Eostre sendiri pernah dicatat oleh sejarawan abad ke-8, Bede. Dari sinilah muncul pendapat istilah Easter memiliki keterkaitan dengan tradisi pra-Kristen. Di media sosial, sebagian orang juga mengaitkannya dengan simbol kesuburan seperti telur dan kelinci, bahkan menyebutnya berhubungan dengan dewi tertentu.

Kelompok yang kritis terhadap istilah Easter berpendapat bahwa simbol-simbol tersebut tidak ditemukan dalam Alkitab. Karena itu, mereka menganggap istilah ini kurang tepat dan cenderung memilih penggunaan istilah lain yang dianggap lebih Alkitabiah.

Namun, di sisi lain, terdapat penjelasan bahwa dalam praktik kekristenan modern, Easter sepenuhnya dimaknai sebagai perayaan kebangkitan Kristus. Simbol telur dan kelinci dipahami sebagai unsur budaya yang berkembang di Eropa, bukan bagian dari ajaran inti iman Kristen.

Dalam Alkitab bahasa Inggris, kata 'Easter' memang muncul satu kali dalam terjemahan King James Version di Kisah Para Rasul 12:4. Namun, sebagian besar terjemahan modern menerjemahkannya sebagai 'Passover'.

Sebab, kata aslinya dalam bahasa Yunani adalah Pascha. Artinya, penggunaan "Happy Easter" dalam konteks Kristen merujuk pada kebangkitan Kristus, bukan pada penyembahan berhala.

Makna Passover dalam Alkitab

Passover adalah istilah bahasa Inggris untuk perayaan Yahudi yang dalam bahasa Ibrani disebut Pesach. Peristiwa ini merujuk pada kisah dalam Kitab Keluaran, ketika Tuhan 'melewati' rumah-rumah bangsa Israel yang ditandai darah anak domba, sehingga anak sulung mereka tidak terkena tulah.

Makna Passover adalah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir serta peringatan karya keselamatan Tuhan dalam sejarah Israel. Dalam Perjanjian Baru, peristiwa wafat Yesus memang terjadi pada masa perayaan Passover. Karena itu, ada keterkaitan historis antara Passover dan Paskah Kristen.

Sebagian kalangan Kristen berpendapat karena istilah asli dalam naskah Alkitab adalah Pascha (berasal dari Pesach), maka penggunaan Passover dianggap lebih sesuai secara historis dan Alkitabiah. Kelompok ini menilai istilah tersebut lebih dekat dengan akar peristiwa Alkitab dan tidak memiliki muatan budaya tambahan.

Namun, dalam perkembangan tradisi, Passover tetap merupakan hari raya utama dalam Yudaisme, sementara Paskah Kristen berkembang dengan penekanan pada kebangkitan Kristus.

Jadi, Ucapan Mana yang Tepat?

Perbedaan pendapat soal Easter dan Passover pada dasarnya muncul dari sudut pandang yang berbeda. Ada yang menekankan akar istilah dan simbol budaya, sehingga lebih memilih Passover.

Ada pula yang menekankan perkembangan sejarah gereja dan penggunaan bahasa modern, sehingga tetap menggunakan Easter. Secara sejarah, keduanya memang saling berkaitan.

Namun, dalam praktik keagamaan saat ini, "Happy Easter" lazim digunakan dalam tradisi Kristen untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Sementara "Happy Passover" digunakan dalam tradisi Yahudi untuk memperingati pembebasan bangsa Israel dari Mesir.

Karena itu, penggunaan ucapan sebaiknya disesuaikan dengan konteks perayaan dan keyakinan yang sedang diperingati, bukan semata-mata dipertentangkan sebagai benar atau salah.



Simak Video "Video: Detail Keindahan Telur Paskah Faberge yang Dilelang di London"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork