Benarkah Kenaikan Yesus Kristus Selalu Jatuh di Hari Kamis?

Benarkah Kenaikan Yesus Kristus Selalu Jatuh di Hari Kamis?

Chilyah Auliya - detikJatim
Rabu, 13 Mei 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Kenaikan Yesus Kristus.
Ilustrasi Kenaikan Yesus Kristus. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap memperingati hari raya Kenaikan Yesus Kristus. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa peringatan besar ini selalu jatuh pada hari Kamis?

Mengapa tidak di akhir pekan seperti hari besar lainnya? Yuk, simak ulasan mendalamnya mulai dari landasan Alkitab, makna teologis, hingga tradisi unik di berbagai belahan dunia berikut ini, detikers!

Kenapa Kenaikan Yesus Kristus Dirayakan Hari Kamis?

Kenaikan Yesus Kristus selalu diperingati pada hari Kamis karena berkaitan dengan perhitungan waktu yang tercatat dalam Alkitab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Kisah Para Rasul 1:3 disebutkan bahwa setelah bangkit pada hari Paskah, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari.

Karena Paskah dirayakan pada hari Minggu, maka hari ke-40 setelah Paskah, secara perhitungan tradisi gereja akan jatuh pada hari Kamis.

ADVERTISEMENT

Oleh sebab itu, perayaan Kenaikan Yesus Kristus dikenal sebagai Kamis Kenaikan atau Ascension Thursday.

Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus menandai berakhirnya kehadiran fisik Yesus di bumi, sebelum Ia naik ke Surga di hadapan para rasul-Nya di Bukit Zaitun.

Kapan Kenaikan Yesus Kristus 2026?

Karena tanggal Paskah setiap tahunnya berubah-ubah mengikuti penanggalan lunar, maka hari Kenaikan Yesus Kristus juga ikut berubah setiap tahunnya. Untuk tahun 2026, Kenaikan Yesus Kristus diperingati pada Kamis 14 Mei 2026.

Meskipun jatuh pada hari kerja, di Indonesia, Kenaikan Yesus Kristus ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga memungkinkan umat Kristiani untuk menjalankan ibadah spesial di gereja-gereja.

Kenapa Ada Gereja yang Merayakan Hari Minggu?

Sebagian umat mungkin melihat ada gereja yang merayakan Kenaikan Yesus Kristus pada hari Minggu, meski secara tradisi jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Paskah. Hal ini terjadi karena beberapa alasan berikut.

1. Aksesibilitas Jemaat

Di banyak negara yang tidak menetapkan hari Kamis sebagai libur nasional (seperti AS atau Australia), gereja memindahkan perayaan Kenaikan Yesus Kristus ke hari Minggu, agar seluruh jemaat bisa hadir beribadah tanpa terhalang jam kerja atau sekolah.

2. Keputusan Otoritas Gereja

Sejumlah keuskupan Katolik dan gereja Protestan secara resmi menggeser perayaan liturgis ke hari Minggu berikutnya untuk memastikan makna kemenangan Kristus bisa dirayakan secara komunal oleh jemaat yang lebih luas.

3. Masa Ascensiontide (Bagian dari Masa Paskah Menuju Pentakosta)

Hari Minggu di antara Kenaikan Yesus Kristus dan Pentakosta (Minggu Paskah ke-7) dianggap sebagai masa penantian doa. Minggu tersebut difokuskan sebagai momen transisi di mana murid-murid menantikan turunnya Roh Kudus.

Makna Kenaikan Yesus Kristus

Bagi umat Kristiani, Kenaikan Yesus Kristus bukan sekadar peristiwa perpisahan, melainkan tanda pemuliaan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Ada beberapa makna penting yang dipahami dalam peristiwa ini.

Saat hidup di dunia, Yesus hadir sebagai pelayan bagi manusia. Namun, melalui Kenaikan-Nya ke surga, Ia dimuliakan dan bertakhta sebagai Penguasa dan Tuhan atas segalanya.

Teolog Kristen Randy Alcorn menjelaskan bahwa Yesus naik ke Surga dengan tubuh yang telah dimuliakan. Hal ini menegaskan bahwa Kristus tetap hadir sebagai bagian dari umat manusia.

Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus juga terjadi 10 hari sebelum Pentakosta. Dalam ajaran Kristen, Yesus kembali kepada Bapa sebelum Roh Kudus turun ke dunia untuk menyertai dan menguatkan umat-Nya.

Tradisi Unik Kenaikan Yesus Kristus dari Berbagai Negara

Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di berbagai negara ternyata memiliki tradisi yang unik dan beragam. Meski maknanya sama, setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari suci yang jatuh pada hari Kamis, 40 hari setelah Paskah.

1. Jerman

Di Jerman, Kenaikan Yesus Kristus juga dikenal sebagai Vatertag atau Hari Ayah. Banyak pria berkumpul untuk melakukan kegiatan luar ruangan seperti bersepeda, hiking, hingga piknik bersama keluarga maupun teman.

2. Swedia

Warga setempat punya tradisi Gökotta, yaitu pergi ke hutan pada jam 3 atau 4 pagi untuk mendengar suara burung saat matahari terbit. Mendengar suara burung cuckoo di hari ini dipercaya membawa keberuntungan.

3. Inggris

Di beberapa wilayah Inggris, ada tradisi memercikkan air sumur atau melakukan beating the bounds, yaitu berjalan mengelilingi batas wilayah paroki sambil membawa ranting pohon willow. Tradisi ini dilakukan sebagai simbol doa dan perlindungan bagi lingkungan sekitar.

4. Portugal

Masyarakat pedesaan di Portugal biasa membuat buket bunga dan tanaman yang terdiri dari gandum, zaitun, poppy, serta daisy. Setiap tanaman memiliki makna simbolis, mulai dari kemakmuran, kelimpahan, hingga kedamaian.

Dalam tradisi lama, Kenaikan Yesus Kristus juga sering dirayakan dengan prosesi mengejar iblis di jalanan, yang kemudian diceburkan ke kolam atau dibakar sebagai simbol kemenangan Kristus.

Ada juga mitos unik dari Inggris yang menyebutkan bahwa telur yang dikeluarkan ayam pada hari Kamis Kenaikan Yesus Kristus tidak akan pernah busuk dan membawa keberuntungan bagi rumah tersebut. Sementara di Wales, ada kepercayaan kuno bahwa bekerja di hari ini dianggap mendatangkan kesialan.

Nah, itulah alasan hingga fakta menarik di balik perayaan Kenaikan Yesus Kristus. Semoga informasi ini menambah wawasan kita semua, ya!



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads