Opor, rendang, ketupat, hingga aneka kue kering selalu dinanti saat Lebaran. Tak jarang, banyak orang kalap menyantap hidangan tersebut setelah sebulan penuh menjalani puasa Ramadan.
Namun, hidangan tersebut umumnya mengandung kalori, lemak, dan gula yang cukup tinggi sehingga perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair, Lailatul Muniroh memberikan tips kepada masyarakat agar tetap bisa menikmati makanan khas Lebaran, asalkan mampu mengatur porsi dan frekuensi konsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pentingnya Prinsip "Isi Piringku"
Dalam perspektif ilmu gizi, Lailatul menekankan bahwa konsumsi makanan Lebaran yang aman dan seimbang tetap perlu mengikuti prinsip "isi piringku". Prinsip ini menitikberatkan pada keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayur, buah, serta kecukupan cairan dalam satu kali makan.
Ia menjelaskan, sumber karbohidrat dapat berasal dari ketupat atau nasi, sedangkan sumber protein bisa diperoleh dari daging, ayam, maupun telur. Sementara itu, sayur dan buah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan serat, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh.
"Seringkali masyarakat terlalu fokus pada makanan bersantan atau kue manis saat Lebaran, sementara konsumsi sayur dan buah justru berkurang. Padahal kedua jenis makanan tersebut penting untuk membantu pencernaan sekaligus menjaga keseimbangan gizi," kata Lilatul, Jumat (20/3/2026).
Waspada Risiko Konsumsi Berlebihan
Lailatul mengingatkan, konsumsi makanan Lebaran secara berlebihan dapat memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, hingga gangguan pencernaan seperti kembung dan mual. Selain itu, lonjakan gula darah juga berisiko terjadi, terutama bagi penderita diabetes.
"Kue kering yang tinggi gula juga dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup. Oleh karena itu, masyarakat perlu tetap memperhatikan pola makan selama momen silaturahmi Lebaran," ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue kering, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan bersantan dan berlemak. Selain itu, mencukupi kebutuhan air putih dan menghindari makan berlebihan saat berkunjung ke beberapa rumah juga dapat membantu menjaga kesehatan.
"Menikmati hidangan khas Lebaran tentu diperbolehkan, tetapi yang perlu diingat adalah menjaga keseimbangan dan tidak berlebihan. Silaturahmi jalan, hidup sehat harus," pungkasnya.
