10 Amalan Sunah Ramadhan, Ibadah 10 Malam Terakhir

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Senin, 09 Mar 2026 20:30 WIB
Ilustrasi malam Lailatul Qadar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Surabaya -

Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah. Pada malam-malam ini terdapat keutamaan besar, termasuk peluang meraih Lailatul Qadar yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

Ramadhan merupakan bulan mulia yang di dalamnya Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berpuasa. Nabi Muhammad SAW juga menyebut bulan ini sebagai waktu yang penuh berkah, sehingga banyak muslim berlomba-lomba meraihnya dengan memperbanyak amalan ibadah.

Tak hanya itu, amalan sunah di bulan Ramadhan bernilai pahala seperti ibadah wajib, sementara amalan wajib akan dilipatgandakan. Hal inilah yang menjadikan Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk meningkatkan ketakwaan.

Amalan Sunah di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dihimpun detikJatim dari berbagai sumber, berikut sejumlah amalan sunah yang bisa dilakukan umat Islam selama Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.

1. Sahur

Makan sahur menjadi salah satu amalan sunah dan berpahala di bulan Ramadhan, meskipun hanya seteguk air. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah sebagai berikut.

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan. (HR al-Bukhari)

2. Berpuasa dengan Ikhlas

Selanjutnya, umat Islam hendaknya menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan, mengingat ibadah ini merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu. Selain itu, perlu diperhatikan juga untuk senantiasa menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

3. Menyegerakan Berbuka Puasa

Amalan sunah selanjutnya yakni menyegerakan berbuka puasa sebelum salat maghrib. Ketika pertama berbuka, sunah untuk memakan kurma. Apabila tidak ada, hendaknya dengan air. Rasulullah bersabda:

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا، فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ التَّمْرَ، فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ

Artinya: Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan. (HR Abu Dawud)

4. Melaksanakan Sholat Tarawih

Sholat Tarawih menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya dan menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau. (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)

5. Mengaji Al Qur'an dan Mengkhatamkannya

Pada bulan suci Ramadhan ini, Al-Qur'an diturunkan. Dengan demikian, mengaji atau tadarus menjadi salah satu amalan sunah di bulan puasa yang sangat dianjurkan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut.

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H R Bukhari No 3220)

6. Memperbanyak Sedekah

Berikutnya, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah pada bulan penuh berkah ini, utamanya sedekah makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hal ini karena orang yang memberi makan atau minuman untuk orang berpuasa akan mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

Artinya: Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)

7. Memperbanyak Doa

Amalan sunah selanjutnya yakni memperbanyak doa. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah terdapat tiga doa yang tidak akan pernah ditolak oleh Tuhan yakni doa orang berpuasa sampai ia berbuka, doa dari pemimpin yang adil, hingga doa orang yang teraniaya. Dengan demikian, perbanyaklah doa selama bulan Ramadhan, niscaya akan Allah kabulkan.

8. Iktikaf di Masjid

Iktikaf yaitu berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari rida Allah dan intropeksi diri atas perbuatan-perbuatannya. Iktikaf dianjurkan untuk dilakukan sepanjang bulan Ramadhan.

Namun, jika tidak memungkinkan, sepuluh hari terakhir menjadi waktu yang paling utama karena pada malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar.

Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda: Rasul SAW dahulu setiap bulan puasa beriktikaf selama sepuluh hari, dan pada tahun di mana beliau meninggal, beliau beriktikaf di bulan Ramadhan selama dua puluh hari. (HR Bukhari dan Abu Daud)

9. Mencari Lailatul Qadar

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: Rasul SAW berkata, "Carilah lailatul qadr dalam malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan". (HR Bukhari dan Muslim, dari Aisyah)

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW menuturkan: Barang siapa yang bangun di malam lailatul qadar dengan iman dan harapan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau. (HR Bukhari Muslim)

10. Istiqamah dalam Beribadah

Menjaga konsistensi dalam melaksanakan ibadah yang telah dijalani selama bulan Ramadhan juga sangat penting. Amalan sunah yang dikerjakan pada bulan ini sebaiknya tetap dilanjutkan dan tidak terhenti meskipun Ramadhan telah berakhir.



Simak Video "Video: Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar"

(hil/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork