Lailatul Qadar menjadi malam yang paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan. Malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan ini mendorong banyak orang meningkatkan ibadah, terutama pada sepuluh malam terakhir.
Sebagian umat Islam biasanya mencari Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah di masjid atau melaksanakan iktikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Namun, apakah malam tersebut harus diraih di masjid, ataukah tetap bisa didapatkan dengan beribadah di rumah?
Baca juga: Apakah Malaikat Turun Saat Lailatul Qadar? |
Pengertian Iktikaf
Iktikaf merupakan salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. iktikaf adalah ibadah dengan berdiam diri di dalam masjid. Artinya tidak keluar masjid karena sibuk melakukan amalan saat iktikaf seperti ibadah wajib dan sunah. Dalam surat Al-Baqarah ayat 197 dijelaskan tentang pengamalan iktikaf berikut.
ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Artinya: Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Selain itu, pelaksanaan iktikaf pada malam Lailatul Qadar merujuk pada hadis yang diriwayatkan Aisyah RA. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan iktikaf selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Berikut bunyi hadisnya.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]
Artinya: Nabi SAW melakukan iktikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelah beliau wafat. (HR Muslim)
Apakah Mencari Lailatul Qadar Harus di Masjid?
Dalam buku "Memantaskan Diri Menyambut Ramadhan" karya Abu Maryam Kautsar Amru menjelaskan iktikaf bukanlah syarat mutlak untuk meraih malam Lailatul Qadar. Setiap muslim memiliki kesempatan memperoleh keutamaan amalan tersebut selama menghidupkannya dengan ibadah sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pandangan serupa juga disampaikan Ahmad Zarkasih dalam buku berjudul "Nawaitu Shauma Ghadin Adakah Dalilnya". Ia menegaskan amalan pada malam Lailatul Qadar tidak terbatas pada iktikaf saja. Ibadah apapun yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pada malam itu dapat menjadi jalan meraih kemuliaannya.
"Ibadah tidak harus iktikaf. Bahkan, pandangan yang masyhur dan diamalkan juga bahwa sholat Tarawih di malam itu sudah cukup untuk dikatakan ibadah yang bisa mengantarnya meraih malam mulia," demikian keterangan Ahmad Zarkasih dikutip dari detikHikmah.
Keterangan tersebut juga didukung oleh jawaban Ad-Dhahaak ketika ditanya oleh Juwaibir dalam Al Lathaif Al Ma'arif mengenai cara menghidupkan malam Lailatul Qadar bagi wanita haid.
أرأيت النفساء و الحائض و المسافر و النائم لهم في ليلة القدر نصيب ؟ قال : نعم كل من تقبل الله عمله سيعطيه نصيبه من ليلة القدر
Artinya: Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari Lailatul Qadar?
Ad-Dhahaak pun menjawab, "Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut". (Al-Lathaif Al-Ma'arif: 341)
Amalan Malam Lailatul Qadar
Selain iktikaf di masjid, umat Islam juga dapat melakukan sejumlah amalan lain untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
a. Mendirikan Sholat Sunah
Salah satu amalan yang dapat umat Islam lakukan saat malam Lailatul Qadar adalah mendirikan sholat sunah dengan istiqomah. Sholat sunah yang dianjurkan misalnya sholat Tahajud dan Tasbih secara berjemaah. Adapun keutamaan dari mengerjakan sholat sunah malam hari yakni memiliki kesempatan terkabulnya doa.
b. Memperbanyak Zikir
Memperbanyak zikir kepada Allah adalah amalan yang dapat kalian lakukan selanjutnya pada malam Lailatul Qadar. Selain itu, bisa juga dengan memperbanyak doa untuk meminta ampunan kepada Allah SWT.
Amalan ini akan membuat umat Islam dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar karena berzikir merupakan perintah dari Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT.
وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ
Artinya: Ingatlah tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (QS Al-A'raf: 205)
c. Bersedekah
Umat Islam dianjurkan untuk melakukan sedekah. Sedekah menjadi amalan yang dapat dikerjakan saat malam Lailatul Qadar. Bersedekah ini berguna untuk membantu sesama umat islam. Rasulullah SAW juga melakukan sedekah saat bulan Ramadhan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut :
(عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ. (رواه البيهقي
Artinya: Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, apakah sedekah yang paling utama? Ia menjawab sedekah di bulan Ramadhan. (HR Al-Baihaqi).
d. Tilawah Al-Qur'an
Selanjutnya umat Islam dapat mengamalkan tilawah Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar. Amalan ini menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan.
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya. (HR Bukhari)
(hil/irb)











































