Lailatul Qadar, Benarkah Hanya Hadir di Malam Ganjil?

Lailatul Qadar, Benarkah Hanya Hadir di Malam Ganjil?

Chilyah Auliya - detikJatim
Minggu, 08 Mar 2026 19:20 WIB
Ilustrasi Lailatul Qadar.
Ilustrasi Lailatul Qadar. Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Surabaya -

Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu misteri paling indah di bulan Ramadhan. Malam yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan ini selalu memicu antusiasme umat Islam.

Setiap tahun, banyak orang bertanya-tanya, kapan tepatnya Lailatul Qadar datang? Sebagian besar umat Islam biasanya memfokuskan ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Namun, muncul pertanyaan penting, apakah Lailatul Qadar benar-benar hanya terjadi pada malam ganjil, atau malam genap juga memiliki peluang yang sama? Berikut penjelasan yang dapat membantu memahami waktu kemunculan Lailatul Qadar berdasarkan hadis dan pandangan para ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anjuran Mencari Lailatul Qadar di Malam Ganjil

Secara tekstual, dasar utama umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil bersumber dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Aisyah RA.

"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hadis tersebut, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk lebih mengintensifkan ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan. Pada malam-malam ini, umat Islam biasanya memperbanyak sholat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, serta memanjatkan doa.

Namun, jika ditelusuri lebih dalam dalam literatur hadis, rentang waktu kemungkinan datangnya Lailatul Qadar ternyata tidak hanya terbatas pada malam ganjil saja.

Alasan Malam Genap Juga Berpeluang Menjadi Lailatul Qadar

Sejumlah riwayat menunjukkan malam genap juga memiliki peluang sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar. Salah satu riwayat datang dari Ibnu Abbas RA yang menyebutkan Lailatul Qadar pernah dicari pada malam ke-24 Ramadhan.

Hal ini menjadi indikasi bahwa malam genap tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan. Ada beberapa alasan yang menjelaskan kemungkinan tersebut.

1. Perhitungan Malam yang Tersisa

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda agar umat Islam mencari Lailatul Qadar pada "malam kesembilan yang tersisa, malam ketujuh yang tersisa, atau malam kelima yang tersisa".

Para ulama salafus shalih menjelaskan bahwa perhitungan ini bergantung pada jumlah hari dalam bulan Ramadhan. Jika Ramadhan berlangsung 30 hari, maka perhitungannya sebagai berikut.

  • Malam kesembilan yang tersisa jatuh pada malam ke-22
  • Malam ketujuh yang tersisa jatuh pada malam ke-24
  • Malam kelima yang tersisa jatuh pada malam ke-26

Artinya, jika Ramadhan berjumlah 30 hari, maka beberapa malam yang disebut dalam hadis tersebut justru bertepatan dengan malam genap.

2. Perbedaan Penentuan Awal Ramadhan

Penentuan awal bulan Ramadhan tidak selalu sama di setiap wilayah. Ada yang menggunakan metode rukyatul hilal, ada pula yang menggunakan hisab.

Perbedaan ini membuat penentuan malam ganjil dan genap menjadi relatif. Malam yang dianggap malam ke-27 di suatu wilayah, bisa saja sebenarnya merupakan malam ke-26 di wilayah lain.

Karena itu, jika seseorang hanya berfokus pada satu jenis hitungan saja, ada kemungkinan ia melewatkan malam yang sebenarnya merupakan Lailatul Qadar.

Strategi Terbaik Menjemput Lailatul Qadar

Alih-alih terpaku pada perhitungan tanggal, para ulama menyarankan agar umat Islam menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Pendekatan ini juga ditekankan sejumlah ulama, salah satunya Al-Habib Quraisy Baharun, yang menyarankan agar umat Islam tidak hanya fokus pada malam ganjil saja.

Cara terbaik menjemput Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak ibadah di seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, baik malam ganjil maupun genap. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain sebagai berikut.

  • Melakukan iktikaf di masjid
  • Menunaikan salat malam seperti tahajud dan witir
  • Memperbanyak zikir, istigfar, dan tobat
  • Membaca Al-Qur'an
  • Bersedekah dan memperbanyak doa

Dengan cara ini, seorang muslim tidak perlu khawatir melewatkan Lailatul Qadar. Jika ibadah dilakukan secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir, maka peluang untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut akan semakin besar.

Lailatul Qadar Adalah Rahasia Allah

Para ulama menjelaskan waktu pasti Lailatul Qadar memang sengaja dirahasiakan Allah SWT. Tujuannya agar umat Islam terus beribadah dan meningkatkan kualitas iman sepanjang akhir Ramadhan.

Karena itu, Lailatul Qadar tidak bisa dipastikan hanya terjadi pada malam ganjil. Malam tersebut bisa saja datang pada malam genap, tergantung pada perhitungan bulan dan berbagai faktor lainnya.

Yang terpenting adalah menjaga konsistensi ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sehingga setiap malam diisi dengan amal saleh. Dengan demikian, umat Islam memiliki peluang besar untuk meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads