Menu Ramadan Tidak Standar, Ini Daftar 17 SPPG Jatim yang Di-suspend!

Menu Ramadan Tidak Standar, Ini Daftar 17 SPPG Jatim yang Di-suspend!

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 04 Mar 2026 12:45 WIB
Kantor SPPG di Jember yang kena suspend Badan Gizi Nasional selama sepekan untuk evaluasi karena menu MBG Ramadan dianggap minimalis.
Salah satu SPPG di Jember yang kena suspend Badan Gizi Nasional karena menu MBG Ramadan dianggap minimalis. (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Surabaya -

Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jatim, Emil Elestianto Dardak menyebut 17 SPPG telah di-suspend akibat menu selama bulan Ramadan tidak sesuai standar BGN. SPPG yang paling banyak di-suspend berada di Sumenep.

"Ada 17 SPPG yang di-suspend oleh BGN," kata Emil kepada detikJatim, Selasa (3/3/2026).

BGN telah merilis data 17 SPPG di Jatim yang mendapat suspend. Berikut daftarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. SPPG Nganjuk Cangkriman
  2. SPPG Ngawi Kedunggalar Kawu
  3. SPPG Ngawi Ngrambe Cepoko
  4. SPPG Sumenep Batang Batang Daya 2
  5. SPPG Sumenep Pragaan Pakamban Laok 2
  6. SPPG Sumenep Lenteng Timur 2
  7. SPPG Sumenep Dungkek Jadung
  8. SPPG Bojonegoro Kepohbaru Cengkir
  9. SPPG Bojonegoro Kasiman
  10. SPPG Jember Puger Mojosari
  11. SPPG Jember Tempurejo Curahnongko
  12. SPPG Jember Balung Balungkulon
  13. SPPG Situbondo Kalibagor
  14. SPPG Banyuwangi Pesanggaran Sumberagung
  15. SPPG Banyuwangi Giri Boyolangu
  16. SPPG Banvuwangi Cluring, Cluring
  17. SPPG Madiun Mejayan, Mejayan.

Sebelumnya, Wagub Emil menyatakan bahwa 17 SPPG yang sudah di-suspend yakni 4 dari Sumenep, 3 dari Jember, 3 dari Banyuwangi, 2 dari Ngawi, 2 dari Bojonegoro, serta masing-masing satu unit di Nganjuk, Situbondo, dan Madiun.

"Itu 17 SPPG yang sudah di-suspend BGN karena tidak sesuai menu Ramadan yang sudah ditetapkan BGN. Namun satu SPPG yang di Nganjuk yakni SPPG Cangkriman itu sebenarnya tidak melakukan kesalahan, nanti akan ditinjau ulang. Nah sekarang masih ada lagi angkanya sekitar 17 juga yang dipantau untuk evaluasi," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Emil menambahkan bahwa SPPG yang di-suspend bisa beroperasi kembali asalkan telah melakukan evaluasi secara menyeluruh termasuk mendapat 'lampu hijau' dari BGN.

"Bisa, asal ada pembenahan menyeluruh, dan ada quality control dari BGN yang memantau," tandasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads