Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jatim, Emil Elestianto Dardak menyebut 17 SPPG telah di-suspend akibat menu selama bulan Ramadan tidak sesuai standar BGN. SPPG yang paling banyak di-suspend berada di Sumenep.
"Ada 17 SPPG yang di-suspend oleh BGN," kata Emil kepada detikJatim, Selasa (3/3/2026).
BGN telah merilis data 17 SPPG di Jatim yang mendapat suspend. Berikut daftarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- SPPG Nganjuk Cangkriman
- SPPG Ngawi Kedunggalar Kawu
- SPPG Ngawi Ngrambe Cepoko
- SPPG Sumenep Batang Batang Daya 2
- SPPG Sumenep Pragaan Pakamban Laok 2
- SPPG Sumenep Lenteng Timur 2
- SPPG Sumenep Dungkek Jadung
- SPPG Bojonegoro Kepohbaru Cengkir
- SPPG Bojonegoro Kasiman
- SPPG Jember Puger Mojosari
- SPPG Jember Tempurejo Curahnongko
- SPPG Jember Balung Balungkulon
- SPPG Situbondo Kalibagor
- SPPG Banyuwangi Pesanggaran Sumberagung
- SPPG Banyuwangi Giri Boyolangu
- SPPG Banvuwangi Cluring, Cluring
- SPPG Madiun Mejayan, Mejayan.
Sebelumnya, Wagub Emil menyatakan bahwa 17 SPPG yang sudah di-suspend yakni 4 dari Sumenep, 3 dari Jember, 3 dari Banyuwangi, 2 dari Ngawi, 2 dari Bojonegoro, serta masing-masing satu unit di Nganjuk, Situbondo, dan Madiun.
"Itu 17 SPPG yang sudah di-suspend BGN karena tidak sesuai menu Ramadan yang sudah ditetapkan BGN. Namun satu SPPG yang di Nganjuk yakni SPPG Cangkriman itu sebenarnya tidak melakukan kesalahan, nanti akan ditinjau ulang. Nah sekarang masih ada lagi angkanya sekitar 17 juga yang dipantau untuk evaluasi," tambahnya.
Emil menambahkan bahwa SPPG yang di-suspend bisa beroperasi kembali asalkan telah melakukan evaluasi secara menyeluruh termasuk mendapat 'lampu hijau' dari BGN.
"Bisa, asal ada pembenahan menyeluruh, dan ada quality control dari BGN yang memantau," tandasnya.
(auh/dpe)











































