Bupati Sidoarjo Subandi menemui pengunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Sidoarjo, Kamis (26/2/2026). Di hadapan pendemo yang sempat membakar ban, Subandi membeberkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur dan sejumlah program lain termasuk pendidikan.
Unjuk rasa ini dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo sejak Kamis sore. Sekitar pukul 17.20 WIB Bupati Sidoarjo, Subandi menemui sendiri para demonstran. Dia turut mendengarkan orasi dan tuntutan mahasiswa di depan kantor Pemkab.
"Konsolidasi akbar ini adalah penegasan bahwa mahasiswa tidak akan diam. Kami berdiri di barisan rakyat, menjaga nurani kebijakan, dan memastikan kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol," ujar Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi itu PMII Sidoarjo menyampaikan 8 tuntutan kepada Pemkab dan DPRD Sidoarjo. Tuntutan itu yakni menjadikan pendidikan prioritas utama melalui pemerataan kualitas sekolah, peningkatan sarpras, transparansi anggaran, dan akses pendidikan terjangkau.
Selain itu mereka juga menuntut percepatan perbaikan jalan rusak dan berlubang di seluruh Sidoarjo dengan standar kualitas jelas dan pengawasan ketat. Kemudian evaluasi total sistem drainase, tata ruang, dan alih fungsi lahan untuk mengatasi banjir tahunan.
Mereka juga menyoroti program ketenagakerjaan yang berpihak pada pemuda dan lulusan pendidikan serta prioritas tenaga kerja lokal di industri Sidoarjo. Kemudian realisasi janji kampanye pembangunan sirkuit balap resmi guna menekan balap liar, juga transparansi program MBG bagi lansia dan warga miskin beserta titik realisasinya.
Mahasiswa PMII demo di depan Kantor Pemkab Sidoarjo. (Foto: Suparno/detikJatim) |
Tidak hanya itu, mereka juga menuntut publikasi secara terbuka data partisipasi, anggaran, dan capaian integrasi pusat kreativitas dengan kebutuhan industri dan UMKM. Terakhir mereka juga menuntut penyelesaian proyek dan program daerah yang molor dan tidak jelas.
PMII dalam aksi unjuk rasa itu menyatakan "Marhaban Ya Melawan" sebagai seruan kesadaran bahwa momentum Ramadhan harus menjadi masa memperbaiki arah kebijakan dan memperkuat demokrasi di daerah.
Menanggapi tuntutan mahasiswa PMII, Bupati Subandi menyatakan Pemkab telah memiliki perencanaan pembangunan sirkuit balap dan program prioritas lain, namun pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Kami sudah punya perencanaan dan gambar sirkuit. Tahun 2027 kita bangun, targetnya selesai dalam masa jabatan lima tahun, agar anak-anak Sidoarjo punya fasilitas resmi," kata Subandi di hadapan massa.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab menjalankan master plan pembangunan meliputi 4 sektor utama yakni pendidikan, jalan, taman, dan irigasi. Menurutnya, pendataan kebutuhan pendidikan hingga tingkat kecamatan telah dilakukan dan pembangunan bertahap dilanjutkan 2026.
Selain itu, Pemkab mengklaim telah mendorong pelatihan kerja bagi pemuda dan prioritas tenaga kerja lokal di industri. Namun, Subandi mengakui adanya keterbatasan fiskal akibat berkurangnya transfer pusat ke daerah sekitar Rp 450 miliar pada 2026.
"Terkait pendidikan dan sektor lain, data sudah ada. Silakan mahasiswa ikut mengawal dan audensi ke dinas terkait agar program berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Aksi PMII berlangsung kondusif hingga malam dengan pengawalan aparat. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal realisasi tuntutan dan membuka ruang dialog lanjutan dengan Pemkab Sidoarjo.
(auh/dpe)












































