Pemprov Jatim membuka peluang melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) lagi. Hal ini menyusul masih adanya potensi cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut OMC telah dilaksanakan Pemprov Jatim pada 5 Desember 2025-10 Februari 2026. OMC itu dinilai telah berhasil meminimalkan resiko bencana.
Akan tetapi melihat intensitas hujan yang cukup tinggi di berbagai daerah di Jatim, Khofifah akan kordinasi kembali dengan lembaga terkait untuk melaksanakan reaktivasi kembali OMC .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada Bulan Desember Hidrometeorologi sekitar 20 persen, Bulan Januari 58 persen dan Februari sekitar 22 persen. Terbukti pada Bulan Desember-Januari di Jatim bisa terhindar dari Bencana Hidrometeorologi dan menekan Banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur," ujar Khofifah.
Saat dikonfirmasi, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyebut peluang OMC dilakukan kembali menunggu rekomendasi dari BMKG.
"Masih menunggu hasil perhitungan potensi hujan oleh BMKG kalau hasilnya signifikan maka akan di OMC," kata Gatot kepada detikJatim, Rabu (25/2/2026).
Gatot membeberkan saat ini beberapa daerah masih terdampak banjir. Meski intensitas hujan tergolong sedang, genangan terjadi akibat luapan sungai di sejumlah titik.
"Hingga saat ini, bencana masih banyak. Seperti hari ini, masih ada Pasuruan, Lamongan, dan Probolinggo yang mengalami banjir," ujarnya.
Menurut Gatot, berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan hingga Maret masih ada, namun dengan intensitas rendah hingga sedang. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak lengah, terutama menjelang momen Lebaran yang diperkirakan meningkatkan mobilitas warga dan wisatawan.
"Tetapi karena mengingat di bulan Maret masuk adanya hari Lebaran, maka perlu adanya antisipasi oleh warga maupun para pengunjung dari luar Provinsi Jawa Timur yang melintas ataupun menikmati alam di Jawa Timur," imbuhnya.
BPBD Jatim mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama di lokasi wisata alam dan jalur-jalur yang rawan longsor. Warga juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG.
"Agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkegiatan, juga para wisatawan ataupun warga yang melintas wilayah Jawa Timur, terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG," kata Gatot.
Selain kewaspadaan terhadap cuaca, BPBD juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalkan risiko banjir. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Gatot juga memberikan sejumlah tips keselamatan saat hujan, seperti berteduh di tempat aman yang jauh dari potensi pohon tumbang atau benda jatuh, serta menggunakan perlengkapan keselamatan seperti jaket dan sepatu boot.
"Contohnya, kalau hujan kita berteduh di tempat-tempat yang jauh dari potensi jatuhnya barang ataupun patahnya pohon, ranting. Dan juga gunakan selalu alat keselamatan pada saat hujan," pesannya.
Ia menegaskan BPBD Jatim terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan langkah antisipasi, mulai dari perbaikan selokan dan tanggul hingga normalisasi sungai.
(auh/abq)











































