Bermain board game kini menjadi alternatif ngabuburit di Surabaya. Surabaya Board Game Market (Subogama) hadir dengan Edisi Ramadhan yang digelar di Lobby Kyo Society Apartment, Panjang Jiwo, Surabaya, Minggu (22/2/2026).
Event bulanan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB ini tidak hanya menghadirkan keseruan bermain gratis, tapi juga menjadi wadah edukasi dan kompetisi reels bagi para pengunjung.
Charish, tim dari Apegamelab menjelaskan, banyak board game yang dipamerkan dan siap dimainkan maupun dibungkus pulang. Salah satunya adalah Panser yang memiliki visi serupa dengan Math Express milik Apegamelab, karena berfokus pada edukasi. Selain itu, ada Mika Miko yang fokus pada game simpel dan cepat.
"Ada juga pojok playtest. Jadi mahasiswa yang menyajikan berupa prototipe mentah atau hasil tugas akhir bisa ngetes game di sini. Biasanya kita sering dapat konsultasi juga," jelas Charish.
Game Panser merupakan hasil inovasi Ihsan Nurkomar (Desainer) dan Zaki Apriminta (Asisten Ilustrator) yang jauh-jauh datang dari Jogja. Ihsan yang merupakan seorang entomologis (saintis) meriset game ini sejak 2019.
"Dulu awalnya hanya coret-coretan. Karena saya entomologis, saya lihat literasi publik buat serangga itu sedikit. Saya konsep sama istri karena mahasiswa sering malas di kelas kalau bahas pengendalian hama, jadi kita buat inovasi game ini," ungkap Ihsan.
Cara main Panser mirip Monopoli yakni kocok dadu, ada tantangan, kuis, info, hingga masuk penjara. Uniknya, pemain sering menggunakan Google Lens untuk mencari info lebih lanjut tentang serangga di kartu.
Istilah 'Panser Go Inter' ditambahkan oleh penjelasan Zaki bahwa game ini sudah punya versi bahasa Inggris lalu dimainkan di Italia, Jerman, Austria, hingga Jepang.
Di sisi lain, ada game Gagula dari Mika Miko yang dijelaskan oleh Hilmy, mengedukasi tentang bahaya gula. Cara mainnya, 3 orang masing-masing dapat 3 kartu. Pemain harus menepuk kartu, jika kembar berarti aman, jika beda sendiri harus balik kartu yang berisi jumlah sendok gula. Siapa yang mencapai 8 sendok gula duluan, dia kalah.
Selain Gagula yang memperlihatkan bonding kuat antara ayah dan anak, terdapat game Jari-Jari untuk party game yang melatih koordinasi jari jempol hingga kelingking sesuai perintah kartu. Hilmy menerangkan bahwa mayoritas di sini berawal dari hobi.
Chris, mahasiswa DKV Universitas Ciputra, mengaku datang ke Subogama untuk riset pasar sekaligus mencari inspirasi.
"Background saya desainer dan sedang mengembangkan board game yang lebih ke arah industri yang cepat dimainkan seperti Uno. Dan yang paling berkesan tadi si ketika main Panser, karena teman mainnya seru diajak bersosialisasi," kata Chris.
Bagi Chris, Subogama adalah salah satu wadah terbaik untuk berinteraksi dengan komunitas sembari meminta feedback soal gaya desain. "Harapan saya si semoga semakin banyak yang mau explore board game di tengah kencangnya arus game digital, dan semakin banyak papan permainan yang relatable untuk dicoba," tambahnya.
Simak Video "Video: Yuk, Ngabuburit Seru di PIK"
(auh/hil)