Mengintip Perpustakaan Board Game di Surabaya yang Punya 1.300+ Koleksi

Mengintip Perpustakaan Board Game di Surabaya yang Punya 1.300+ Koleksi

Chilyah Auliya - detikJatim
Sabtu, 28 Feb 2026 07:00 WIB
Tabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk Ngabuburit
Tabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk ngabuburit/Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim
Surabaya -

Tabletoys Surabaya menjadi destinasi pilihan bagi warga yang lelah dengan gawai dan merindukan interaksi fisik melalui permainan papan. Perpustakaan sekaligus kafe ini memiliki koleksi lebih dari 1.300 judul board game.

Tak sekadar ruang bermain, Tabletoys Surabaya telah berkembang menjadi markas Euro Club sekaligus wadah bagi para kreator untuk melombakan karya mereka melalui ajang Gameathon hingga publikasi board game.

Selama Ramadan, pengunjung juga bisa menikmati promo khusus. Aktivitas ngabuburit di tempat ini terasa lebih hidup dengan kehadiran para Game Master profesional yang siap membantu memahami aturan permainan. Tingkat kesulitan permainan dibagi dalam empat kategori warna agar mudah dipilih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk NgabuburitTabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk Ngabuburit Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim

Tempat ini berawal dari hobi pribadi Martin, sang pemilik, yang telah menekuni dunia board game selama 20 tahun. Ia kemudian membentuk komunitas Papan Dolanan Arek Suroboyo (PADAS) dengan membawa koleksi pribadinya untuk dimainkan bersama teman-teman.

ADVERTISEMENT

Pasca-pandemi, sekitar 2022-2023, Tabletoys berekspansi dengan membuka area lantai bawah. Area ini dipisahkan untuk permainan party games sekaligus menghadirkan konsep kuliner Table Toast.

Cinta, salah satu dari tujuh Game Master yang bergabung sejak 2022, menjelaskan pembagian kategori permainan berdasarkan tingkat kesulitan.

"Hitam itu bener-bener susah dan sekali permainan bisa 5-6 jam. Khusus kategori ini terdapat Euro Club yang rutin berkumpul setiap hari Rabu," ujar Cinta.

Mayoritas permainan berasal dari Jerman dan Amerika Serikat dengan buku panduan berbahasa Inggris. Karena itu, para Game Master dituntut fasih menjelaskan aturan, termasuk kepada mahasiswa pertukaran pelajar dari ITS asal Rusia dan Amerika Serikat yang kerap berkunjung.

Menanggapi tantangan digitalisasi, Martin menilai board game dan game digital merupakan dua pasar berbeda yang justru bisa tumbuh bersama. Menurutnya, tren hiburan akan terus berputar dan saling bergantian.

Tabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk NgabuburitTabletoys Surabaya, Surga Board Game untuk Ngabuburit Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim

Meski pasar global board game terus berkembang, Martin mengakui pasar Indonesia belum sepenuhnya matang. Karena itu, ia fokus pada distribusi, pengenalan, serta edukasi kepada masyarakat.

"Kita ada Gameathon tahunan, orang-orang bisa masukin game-nya ke sini, terus kita review, kita coba mainin, ntar kita pilih yang menurut kita paling oke untuk kita bantu publish," tambah Cinta.

Salah satu board game pertama yang berhasil dirilis adalah Waroong Wars, karya Adhicipta Wirawan, David Santoso, Wikan Prabowo, dan Aditya Wardhana. Game ini pernah meraih juara pertama di tingkat nasional dan menembus pasar global.

Selama Ramadan, Tabletoys Surabaya beroperasi pukul 12.00-00.00 WIB. Promo Happy Hour berlaku khusus weekday pukul 12.00-18.00 WIB seharga Rp 30.000, sedangkan tarif normal Rp 50.000.

Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar SMA, pekerja usia 30-an, hingga orang tua yang melatih memori anak usia 10 tahun melalui permainan strategi. Harga unit board game bervariasi, mulai Rp 100.000 hingga jutaan rupiah.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads