Sejarah dan Keunikan Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Pasuruan

Sejarah dan Keunikan Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Pasuruan

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 09:00 WIB
kelenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan
Kelenteng Tjoe Tik Kiong Pasuruan. Foto: Muhajir Arifin
Surabaya -

Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Pasuruan bukan sekadar tempat ibadah umat Buddha, Tri Dharma, dan Konghucu. Kelenteng ini juga menyimpan jejak sejarah awal kedatangan masyarakat Tionghoa di Jawa Timur.

Meski begitu, belum ada catatan resmi kapan kelenteng ini dibangun. Namun, usia bangunan bisa ditengok dari relief kuno di jendela, yang menampilkan seekor harimau tengah mengejar koin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Legenda Dewi Mak Co, Pelindung Pelaut

Kelenteng Tjoe Tik Kiong erat kaitannya dengan Dewi Mak Co (Mazu). Masyarakat percaya ia melindungi pelaut dari bencana di laut. Karena fungsinya sebagai penjaga laut utara, kelenteng didirikan di kawasan pesisir Panggungrejo.

Dewi Mak Co konon membawa kedamaian saat datang ke Nusantara, ditemani dua pengawal sakti, yaitu Sen Fung Erl, yang memiliki penglihatan jarak jauh, dan Jen Li Yen, yang bisa mendengar suara dari jauh.

ADVERTISEMENT

Akulturasi Arsitektur Tionghoa-Kejawen

Relief koin di kelenteng menunjukkan mata uang yang beredar pada masa Dinasti Qing (sekitar tahun 1600-an). Hal ini sesuai dengan fakta bahwa pemukiman Tionghoa di Pasuruan sudah ada sejak abad ke-17. Kelenteng yang berada di Kelurahan Tembokrejo ini diperkirakan berdiri sejak 1625.

Meskipun dominan dengan gaya oriental, kelenteng juga menampilkan sentuhan arsitektur Kejawen. Beberapa bagian asli yang masih terjaga antara lain tonggak kayu jati, yaitu tiang utama terbuat dari kayu jati ratusan tahun yang tetap kokoh. Dan, ornamen klasik ukiran kayu pada patung Dewi Mak Co yang masih terawat.

Pemulihan dan Perlindungan Cagar Budaya

Sejarah Kelenteng Tjoe Tik Kiong sempat sulit digali pada masa Orde Baru karena pembatasan budaya Tionghoa. Situasi berubah saat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin.

Kini, Kelenteng Tjoe Tik Kiong ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Pasuruan, dan dibina oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI.

Bagi yang berkunjung ke Kota Santri, Kelenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan Lombok No 7, Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ini bisa menjadi destinasi yang wajib dikunjungi untuk merasakan harmoni budaya yang telah terjalin selama ratusan tahun.



(hil/irb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads