Rekomendasi 5 Kelenteng Surabaya yang Cocok untuk Ibadah Imlek

Rekomendasi 5 Kelenteng Surabaya yang Cocok untuk Ibadah Imlek

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Minggu, 15 Feb 2026 10:55 WIB
Persiapan Imlek di Klenteng Hong San Ko Tee Surabaya
Persiapan Imlek di Klenteng Hong San Ko Tee Surabaya. (Foto: dok. Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi beribadah di kelenteng untuk memanjatkan doa dan harapan di tahun yang baru. Di Kota Surabaya, terdapat sejumlah kelenteng yang menawarkan suasana tenang dan khusyuk, sehingga cocok menjadi tempat beribadah saat Imlek.

Selain memiliki nilai spiritual yang kuat, kelenteng-kelenteng di Surabaya juga dikenal karena keindahan arsitektur serta nilai sejarahnya yang panjang. Berikut lima rekomendasi kelenteng di Surabaya yang dapat menjadi pilihan untuk beribadah saat Tahun Baru Imlek.

Deretan Rekomendasi Kelenteng di Surabaya untuk Ibadah Imlek

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi kelenteng di Surabaya yang bisa menjadi pilihan lokasi ibadah Imlek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kelenteng Hok An Kiong

Klenteng yang awalnya berfungsi sebagai tempat menginap sementara bagi orang yang baru datang dari Tiongkok secara perlahan tempat tersebut berubah fungsi menjadi tempat ibadahKelenteng Hok An Kiong Foto: Instagram @tourism.surabaya

Salah satu kelenteng di Surabaya yang direkomendasikan untuk ibadah Imlek adalah Kelenteng Hok An Kiong, yang juga dikenal dengan nama Suka Loka. Kelenteng ini didirikan pada tahun 1830 oleh seorang insinyur asal China bernama Hok Kian Kong Tik.

Arsitekturnya sangat khas Tiongkok dengan detail ornamen yang indah. Kelenteng Tri Dharma ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti upacara sembahyang Chi Swk Dai Sei, peringatan kenaikan Kong Tik Cun dan Nabi Konghucu, Festival Kue Bulan, hingga perayaan malam Tahun Baru Imlek.

ADVERTISEMENT
  • Alamat: Jalan Coklat Nomor 2, Pabean Cantian, Surabaya.

2. Kelenteng Sanggar Agung

Kelenteng Sanggar Agung Kenjeran dapat menjadi pilihan berikutnya untuk beribadah saat Imlek. Tempat ibadah ini diresmikan pada tahun 1999 dan memiliki arsitektur yang mengadopsi perpaduan budaya Jawa dan Bali.

Etnis Tionghoa di Surabaya berbondong-bondong ke Kelenteng Sanggar Agung. Selain beribadah, ada juga yang melepas burung dan menabur bunga di laut.Kelenteng Sanggar Agung Foto: Esti Widiyana/detikJatim

Kelenteng ini terkenal dengan patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter yang berdiri megah di atas dua patung naga raksasa. Selain itu, terdapat berbagai patung dewa lain yang menghiasi area kelenteng. Lokasinya unik karena berada di tepi laut dan dikelilingi pepohonan bakau, sehingga menghadirkan suasana yang tenang dan berbeda.

  • Alamat: Jalan Sukolilo Nomor 100, Kenjeran, Surabaya.

3. Kelenteng Hong Tiek Hian

Kelenteng Hong Tiek Hian dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Surabaya. Tempat ibadah ini didirikan pada tahun 1293 oleh pasukan Tar-tar pada masa Khu Bilai Khan, saat awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Tradisi membersihkan rupang di Klenteng Hong Tiek HianKelenteng Hong Tiek Hian Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Terdapat dua bangunan utama yang dihubungkan oleh sebuah jembatan yang dijaga dua ekor naga. Dengan usia yang telah melampaui tujuh abad, kelenteng ini menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Surabaya. Menariknya, kelenteng ini melayani tiga ajaran sekaligus, yakni Buddha, Tao, dan Konghucu. Saat perayaan Tahun Baru Imlek, tempat ini selalu dipadati umat yang beribadah.

  • Alamat: Jalan Dukuh Nomor 23, Pabean Cantikan, Surabaya.

4. Kelenteng Boen Bio

Kelenteng Boen Bio merupakan salah satu bangunan cagar budaya sejak 2012. Kelenteng ini dikenal karena perpaduan tiga budaya dalam ornamennya, yakni Belanda, China, dan Jawa.

Klenteng Boen Bio Kapasan SurabayaKelenteng Boen Bio Kapasan Surabaya Foto: Amir Baihaqi

Gaya Belanda terlihat dari penggunaan ubin kuno dengan ukiran khas Eropa. Unsur arsitektur Jawa tampak pada keberadaan gebyok di altar kelenteng, sementara nuansa Tiongkok tercermin melalui kaligrafi yang menghiasi bangunan.

Kelenteng ini didirikan pada 1883 dan direlokasi pada 1903 oleh reformis Kang You Wei ke kawasan Kapasan, lokasi yang digunakan hingga saat ini. Kelenteng Boen Bio menjadi tempat ibadah umat Konghucu dan selalu ramai saat perayaan Imlek.

  • Alamat: Jalan Kapasan Nomor 131, Kapasan, Surabaya.

5. Kelenteng Hong San Ko Tee

Kelenteng Hong San Ko Tee juga kerap menjadi tujuan umat untuk berdoa, khususnya saat Tahun Baru Imlek. Nama "Hong San Ko Tee" berasal dari bahasa Tiongkok yang berarti "Kelenteng Tiga Gunung Merah."

Perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Hong San Ko Tee, Surabaya, digelar dengan terapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk cegah penyebaran Corona.Kelenteng Hong San Ko Tee, Surabaya Foto: Deny Prastyo Utomo/Detikcom

Kelenteng yang juga dikenal sebagai Kelenteng Cokro ini termasuk salah satu kelenteng tua di Surabaya. Berdiri sejak awal abad ke-19, bangunan ini memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi masyarakat setempat.

  • Alamat: Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 12, Tegalsari, Surabaya.

Itulah lima rekomendasi kelenteng di Surabaya yang bisa dikunjungi untuk beribadah saat Tahun Baru Imlek. Selain menjadi tempat memanjatkan doa, kelenteng-kelenteng ini juga menawarkan nilai sejarah dan arsitektur yang menarik untuk dipelajari. Semoga bermanfaat.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads