- Waktu Sahur yang Dianjurkan dalam Sunah
- Pendapat Ulama Lintas Mazhab Terkait Waktu Mulainya Sahur
- Manfaat Sahur Mengikuti Waktu yang Dianjurkan 1. Menghindari Rasa Lapar Berlebihan 2. Mempermudah Bangun untuk Sholat Subuh 3. Menjaga Kesehatan Pencernaan 4. Keberkahan dalam Ibadah Sahur
- Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sahur
Sahur menjadi bagian penting dalam ibadah puasa. Tak hanya bernilai sunah, sahur juga berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh selama berpuasa. Mendekati puasa Ramadhan, banyak muslim yang bertanya kapan waktu sahur terbaik agar puasa dapat dijalani lebih ringan dan optimal.
Dalam Islam, waktu sahur dianjurkan untuk dilakukan mendekati subuh, selama masih berada dalam waktu yang dibolehkan. Selain itu, mengakhirkan sahur juga dipercaya mempunyai keutamaan tersendiri. Berikut penjelasan mengenai waktu sahur terbaik beserta manfaatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu Sahur yang Dianjurkan dalam Sunah
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk bersahur dan melarangnya meninggalkan. Sebab, sahur tidak hanya menjadi bagian dari ibadah puasa, tetapi juga bertujuan menguatkan tubuh dan mengandung keberkahan di dalamnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالسُّحُوْرِ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَدَاءُ الْمُبَارَكُ
Artinya: Teruslah kalian sahur, karena ia merupakan makanan yang diberkahi. (HR An-Nasai).
السَّحُورُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ، فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ يَجْرَعُ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Artinya: Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka dari itu, janganlah kalian meninggalkannya, sekalipun sekadar meminum seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat untuk orang-orang yang sahur. (HR Abu Said al-Khudri)
Sementara, waktu sahur yang dianjurkan adalah dilaksanakan di sepertiga malam terakhir hingga menjelang fajar. Sedangkan, menurut sunah, waktu terbaik untuk sahur adalah mendekati azan subuh. Hal ini didasarkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Rasulullah bersabda:
"Kami bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau bangkit untuk shalat. Jarak antara sahur kami dan shalat (Subuh) sekitar bacaan lima puluh ayat," (HR Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis tersebut waktu sahur yang dianjurkan adalah sekitar 30 hingga 40 menit-an sebelum azan subuh. Durasi ini memberikan cukup waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum memasuki waktu puasa. Selain itu, manfaat lain yang dirasakan adalah menghindari kekenyangan yang bisa membuat tubuh lemas.
Baca juga: Kenapa Ramadhan Disebut Bulan Penuh Berkah? |
Pendapat Ulama Lintas Mazhab Terkait Waktu Mulainya Sahur
Para ulama telah sepakat bahwa waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam dan berlanjut hingga terbitnya fajar atau masuknya waktu subuh. Pendapat ini telah diakui dan diamini mayoritas ulama dari berbagai mazhab fiqih, mulai dari Imam Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali.
Keempat mazhab tersebut bersepakat bahwa waktu sahur mempunyai rentang waktu sejak pertengahan malam hingga menjelang fajar. Sebagaimana ditulis Syekh Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid, seorang ulama tersohor dalam mazhab Hanafiyah. Dalam kitabnya tertulis:
وَقْتُ السَّحُورِ مِنْ مُضِيِّ أَكْثَرِ اللَّيْلِ إلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ
Artinya: Waktu sahur berlangsung dari lewatnya sebagian besar malam hingga terbitnya fajar. (Syarh Fathul Qadir, [Beirut: Darul Fikr, t.t], jilid V, halaman 136)
Selain pendapat tersebut, Syekh Zainuddin Ibnu Nujaim dalam kitabnya juga menyebutkan waktu sahur tidak dimulai sejak masuknya separuh malam. Tetapi pada sepertiga malam terakhir sebelum fajar terbit.
Hal ini berdasarkan dari istilah 'sahur' sendiri yang memiliki makna sebagai makanan yang dimakan di waktu sahr, maka waktu yang lebih tepat adalah sepertiga malam terakhir. Penjelasan ini disebutkan dalam kitab sebagai berikut.
وَالسَّحُورُ ما يُؤْكَلُ في السَّحَرِ وهو السُّدُسُ الْأَخِيرُ من اللَّيْلِ
Artinya: Sahur adalah makanan yang dikonsumsi pada waktu sahar, yaitu seperenam bagian terakhir dari malam. (Al-Bahrur Raiq Syarh Kanzid Daqaiq, [Beirut: Darul Ma'rifah, t.t], jilid II, halaman 314)
Sebagian ulama seperti Abi ash-Shaif menetapkan waktu sahur pada seperenam bagian terakhir dari malam dan tidak dari pertengahan malam. Penjelasan ini dicatat Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitab sebagai berikut.
وَيَدْخُلُ وَقْتُهُ بِنِصْفِ اللَّيْلِ قَالَ السُّبْكِيُّ وَفِيهِ نَظَرٌ؛ لِأَنَّ السَّحَرَ لُغَةً قُبَيْلَ الْفَجْرِ وَمِنْ ثَمَّ خَصَّهُ ابْنُ أَبِي الصَّيْفِ بِالسُّدُسِ الْأَخِيرِ وَيَحْصُلُ بِقَلِيلِ الْمَطْعُومِ وَكَثِيرِهِ
Artinya: Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam. Hanya saja, Imam as-Subki berkata bahwa (pendapat ini) perlu dikaji lebih mendalam lagi. Sebab, kata sahar secara bahasa merujuk pada waktu menjelang fajar, dan dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan sedikit maupun banyak. (al-Ghararul Bahiyyah fi Syarhi Bahjatil Wardiyah, [Beirut: Darul Fikr, t.t], jilid II, halaman 221)
Berdasarkan berbagai pendapat yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa para ulama sepakat waktu sahur berlangsung sejak pertengahan malam hingga menjelang waktu fajar. Meski sebagian golongan seperti Syekh Zainuddin Ibnu Nujaim menyebutkan waktu sahur mulai seperenam bagian terakhir dari malam dan tidak dari pertengahan malam.
Sebab, pendapat tersebut menekankan pada arti sahar secara bahasa yang bermakna menjelang fajar. Kendati demikian, umat Islam sangat dianjurkan memperhatikan waktu sahur agar mendapat keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa.
Manfaat Sahur Mengikuti Waktu yang Dianjurkan
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, waktu sahur yang dianjurkan adalah sekitar 30 hingga 40 menit-an sebelum azan Subuh. Dengan menjalankan sahur di waktu yang tepat akan memberikan berbagai manfaat spiritual sekaligus kesehatan. Berikut beberapa keutamaan yang didapat.
1. Menghindari Rasa Lapar Berlebihan
Sahur menjelang fajar menjadi waktu paling efektif. Sebab, sahur di awal waktu dapat membuat seseorang merasa lebih cepat lapar di siang hari.
2. Mempermudah Bangun untuk Sholat Subuh
Apabila seseorang melakukan sahur di waktu yang telah dianjurkan, maka akan lebih mudah terjaga dan melaksanakan salat subuh tepat waktu.
3. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Waktu yang sahur yang dianjurkan akan membantu sistem pencernaan agar bekerja lebih optimal. Sebab, penting mengetahui waktu sahur terbaik agar tubuh tetap fit dan sehat selama menjalankan puasa.
4. Keberkahan dalam Ibadah Sahur
Menjalankan sahur mendekati waktu subuh memberikan kesempatan mendapatkan berkah. Hal ini telah disampaikan oleh Rasulullah SAW bahwa sahur memiliki keberkahan yang dapat meningkatkan kekuatan fisik dan spiritual dalam menjalankan ibadah puasa.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sahur
- Tidak mengikuti sunnah dalam waktu sahur
- Tidak sahur sama sekali (melewatkan sahur)
- Makan terlalu banyak
- Makan sahur terlalu awal
Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.
(ihc/irb)











































