Marhaban ya Ramadhan, semoga di bulan penuh berkah ini kita senantiasa dilimpahkan oleh rahmat-Nya. Ramadhan disebut sebagai bulan penuh berkah bukan tanpa alasan.
Diriwayatkan dalam hadis juga beberapa ayat Al-Qur'an. Ramadhan ini adalah bulan diturunkannya banyak keistimewaan. Lantas apa saja keistimewaan tersebut? Simak selengkapnya ya detikers!
Ramadhan Disebut Syahrul Mubarak
Syahrul Mubarak adalah istilah Arab yang berarti bulan penuh berkah atau bulan yang diberkahi. Salah satu dasar sebutan tersebut berasal dari hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi RA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah bersabda bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana umat Islam diwajibkan berpuasa, pintu surga dibuka sementara pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. (HR. Ahmad no. 8115, yang dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani)
Hadis lain dari Abu Hurairah RA juga menegaskan hal serupa, yang berbunyi: "Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan penuh berkah (syahrun mubarokun), Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya," (HR. An-Nasai, dishahihkan Al-Albani).
Ramadhan sebagai Bulan Turunnya Al-Qur'an
Keistimewaan lain yang membuat Ramadhan penuh berkah adalah turunnya Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ
عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada (di tempat tinggalnya) pada bulan itu, maka berpuasalah.
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (maka berpuasalah) sebanyak hari yang terlewatkan itu dari hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah: 185)
Dilansir dari detikHikmah dan dirangkum dari buku "Nasehat-Nasehat Kebaikan (Belajar Menjadi Orang yang Bermanfaat)" karya Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani'ah serta "Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan" karya Abu Maryam Kautsar Amru, disebutkan bahwa Allah SWT menurunkan wahyu pertama-Nya pada bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya berikut ini.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur. (QS Al Baqarah: 185)
Pada bulan Ramadhan, Al-Qur'an secara keseluruhan diturunkan ke langit dunia (langit pertama) di Baitul 'Izzah (rumah yang penuh kemuliaan), dari lauhul mahfudz (lembaran yang terjaga) yang berada di sisi Allah SWT.
Kemudian Al-Qur'an diturunkan dari Baitul 'Izzah di langit dunia secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur'an juga berkaitan dengan malam Lailatul Qadr atau malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3).
Menurut penjelasan ulama, Al-Qur'an pertama kali diturunkan keseluruhan ke langit dunia di Baitul 'Izzah, kemudian diturunkan bertahap kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril. Momen turunnya wahyu ini menjadi salah satu alasan utama Ramadhan dianggap sebagai bulan penuh kemuliaan dan keberkahan spiritual.
Baca juga: 7 Doa Menyambut Ramadhan |
Pahala Dilipatgandakan
Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam buku Madrasah Ruhaniah, Ramadhan disebut bulan penuh berkah karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Disebutkan bahwa satu amal fardhu di bulan Ramadhan dapat bernilai seperti 70 amal fardhu di bulan lain.
Ibadah seperti puasa, shalat, sedekah, dan membaca Al-Qur'an memiliki nilai yang jauh lebih besar. Bahkan aktivitas sederhana seperti tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan dengan baik.
Namun, Ramadhan juga menjadi pengingat agar menjaga diri dari dosa. Jika seseorang berpuasa tetapi tetap melakukan hal yang diharamkan, ia bisa kehilangan pahala dan keberkahan dari puasanya.
Peluang Taubat Lebih Besar
Dikutip dari situs resmi Baznas, Ramadhan menjadi momentum besar untuk memperbaiki diri. Hal ini juga dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:
منْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim No 760 dari Abu Hurairah RA).
Ulama seperti Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena banyaknya amal saleh yang dilakukan umat Islam serta berkurangnya maksiat. Meski begitu, dosa masih bisa terjadi karena hawa nafsu manusia, bukan semata-mata karena setan.
(hil/irb)











































