Reaksi Wagub Emil soal PT Pos Indonesia Bongkar Cagar Budaya di Gresik

Reaksi Wagub Emil soal PT Pos Indonesia Bongkar Cagar Budaya di Gresik

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 30 Jan 2026 18:15 WIB
Reaksi Wagub Emil soal PT Pos Indonesia Bongkar Cagar Budaya di Gresik
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Pembongkaran bangunan cagar budaya peninggalan VOC di kawasan heritage Bandar Grissee oleh PT Pos Indonesia menuai sorotan. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pun angkat bicara mengenai hal ini.

"Ini lagi dicek, saya juga tanya ke salah satu dosen di ITB itu pakar cagar budaya Pak Denny Zulkaidi. Jadi ada beberapa hal yang mau dipastikan, saya sudah diskusi juga sama PU Pemkab Gresik, ini gimana statusnya, jadi hari ini masih dirapatkan. Kita tunggu hasil rapat dan penelaahan di PU Gresik," kata Emil saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (30/1/2026).

Ditanya soal potensi pelanggaran yang dilakukan PT Pos karena membongkar bangunan cagar budaya, Emil enggan berkomentar terlebih dahulu sebelum rapat PU Gresik selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua harus detail, saya nggak bisa komentar tapi saya minta informasi yang teknis dan detail, kebetulan dosen ITB yang bantu salah satu kegiatan saya ini pakar cagar budaya, jadi sejarah ini ada beberapa pertanyaan yang saya tanyakan ke PU dan mereka masih perlu waktu untuk menjawab. Itu yang kemudian saya menunggu jawaban katanya PU Gresik rapat hari ini," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Gedung eks Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berada di area belakang Kantor Pos Indonesia, dibongkar. Bahkan, gedung bersejarah itu kini rata dengan tanah usai dibongkar pemiliknya, PT Pos Indonesia.

Hal itu tentunya bisa mencederai penataan kawasan Bandar Grissee yang digadang-gadang sebagai kawasan heritage yang menjadi icon baru wisata sejarah di Kota Santri.

Dengan dalih memperkuat narasi masa lalu dengan tujuan melestarikan sejarah, pembongkaran atau langkah renovasi fisik yang menyasar bagian dari Kantor Pos yang berstatus Cagar Budaya, dinilai kontradiktif dengan semangat pelestarian itu sendiri.

Ini membuat para penggiat sejarah dan pelestari budaya geram dan melayangkan protes keras atas pembongkaran bangunan tersebut. Salah satu yang menyayangkan hal ini adalah Budayawan Gresik Kris Adji AW.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads