Peringatan Hari Pahlawan di Surabaya dan Sidoarjo kembali semarak dengan pementasan Teatrikal Pertempuran Batas Kota. Jembatan Sepanjang, Sidoarjo, jadi saksi heroik Letkol Hasanoeddin Sidik dan pasukan TKR Gajah Mada menahan serbuan pasukan Sekutu pada 10 November 1945.
Ketua Karang Taruna Karangpilang Pratama Abdi Samudra menjelaskan pertunjukan kolosal ini menjadi upaya melestarikan sejarah yang pernah terjadi di titik pertempuran penting tersebut.
"Ini kegiatan 10 November di wilayah Karangpilang dan Sepanjang, pertempuran batas kota. Peserta dan talen sekitar 175 ribu orang. Acaranya teatrikal, dilanjutkan sambutan dan tabur bunga karena di lokasi ini Letkol Hasanuddin Sidik gugur," ujar Pratama di lokasi, Minggu (30/11/2025).
Ia memaparkan, jembatan yang kini dikenal sebagai Jembatan Sepanjang itu dulu menjadi satu-satunya akses menuju wilayah Sidoarjo. Saat pasukan Sekutu bergerak dari Gunungsari dan merangsek ke Karangpilang, para pejuang terdesak hingga titik jembatan tersebut.
Untuk menghambat masuknya pasukan musuh, Letkol Hasanuddin Sidik akhirnya meledakkan Jembatan Sepanjang, yang sekaligus menjemput ajalnya di lokasi itu.
"Kami mencoba menapak tilas sejarah, uri-uri perjuangan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan masuk rangkaian Parade Juang Surabaya. DiKarangpilang ini, ada kelanjutan kisah patriotik para pejuang," tambahPratama.
Peringatan tahun ini berlangsung lebih besar dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Berbagai komunitas sejarah dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Bangil, hingga Porong ikut berpartisipasi. Pemerintah Kecamatan Karangpilang dan Kecamatan Taman juga terlibat penuh dalam penyelenggaraan acara.
Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Taman Nur Khomari mengatakan kegiatan teatrikal pertempuran Jembatan Sepanjang merupakan agenda tahunan yang kini telah memasuki penyelenggaraan kelima.
"Alhamdulillah tahun ini pesertanya lebih banyak dibanding 2023. Tahun 2024 sempat libur karena bersamaan dengan Pemilu. Sekarang kami melibatkan sekitar 150 personel dari komunitas sejarah lintas daerah," ungkapnya.
Nur Khomari menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda.
"Kami ingin mengingatkan bahwa di Jembatan Karangpilang ini pernah terjadi pertempuran besar. Letkol Hasanuddin Sidik dan tentara, termasuk pelajar, berupaya menghentikan serangan Sekutu yang hendak masuk ke Sidoarjo," ujarnya.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberi perhatian lebih terhadap upaya pelestarian sejarah semacam ini, mengingat nilai perjuangan yang masih kurang tersentuh dalam dunia pendidikan.
"Semoga anak-anak bisa menjaga kemerdekaan dengan kegiatan positif. Kegiatan seperti ini penting agar sejarah perjuangan tidak hilang," pungkasnya.
Acara teatrikal ditutup dengan tabur bunga di titik jatuhnya Letkol Hasanuddin Sidik, sebagai penghormatan atas pengorbanannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Simak Video "Video Tambah Tahu: Peristiwa Bersejarah di Balik Hari Pahlawan 10 November"
(irb/hil)