Musim hujan identik dengan udara yang lebih dingin dan lembap. Namun, di balik suasana sejuk itu, ternyata tubuh tetap berisiko mengalami dehidrasi tanpa disadari.
Padahal, dehidrasi bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti dari sakit kepala, kulit kering, tubuh lemas, sembelit, hingga menurunnya konsentrasi.
Ahli Gizi dari Ottimmo International Heni Adhianata mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh meskipun rasa haus berkurang saat musim hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat musim hujan, tubuh bisa dehidrasi tanpa disadari. Padahal pemenuhan cairan tubuh itu baik musim dingin maupun musim panas juga tetap sehari itu kurang lebih 2 liter atau 8 gelas per hari," ujar Heni saat dihubungi detikJatim, Rabu (12/11/2025).
Banyak orang keliru menganggap kebutuhan cairan hanya penting saat cuaca panas. Padahal, di musim hujan atau cuaca dingin, tubuh juga tetap membutuhkan air untuk menjaga fungsi metabolisme dan suhu tetap stabil.
"Karena cairan juga yang berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu tubuh kita. Jadi untuk bisa membantu supaya suhu tubuh tetap stabil, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan air itu tadi," jelasnya.
Heni menyarankan agar kebutuhan air tetap terpenuhi, dapat dilakukan dengan cara mengatur jadwal minum setiap hari.
"Bisa dengan minum air dua gelas di pagi hari, dua gelas siang, dua gelas sore, dan dua gelas saat malam hari. Dengan begitu, meski rasa haus tidak muncul, kebutuhan dua liter air per hari tetap tercapai," sarannya.
Sebagai tambahan, Heni menyarankan saat tubuh merasa dingin ketika musim hujan, konsumsi minuman tradisional dapat membantu. Selain untuk menghangatkan, beberapa olahan minuman tradisional juga bisa menjaga daya tahan tubuh.
"Konsumsi minuman tradisional seperti jahe, madu, lemon, kunyit juga bisa membantu menjaga suhu tubuh tetap hangat dan sehat selama musim hujan," pungkasnya.
