Siap Menghadapi Erupsi Gunung Semeru, Panduan untuk Warga dan Pendaki

Irma Budiarti - detikJatim
Selasa, 23 Sep 2025 12:30 WIB
Foto udara asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (26/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Lumajang -

Gunung Semeru, gunung api tertinggi di Jawa Timur dengan ketinggian 3.976 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sebagai salah satu gunung api Tipe A di Indonesia, Semeru memiliki catatan letusan sejak tahun 1600 dan terus dipantau secara intensif oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dengan status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar gunung diimbau selalu mengikuti informasi resmi dan menyiapkan langkah-langkah keselamatan. Panduan ini menyajikan informasi lengkap mengenai keselamatan dan mitigasi erupsi Gunung Semeru.

Status Gunung Semeru

Dilansir Magma ESDM, Indonesia memiliki jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia, yakni sekitar 127 gunung api. Terdapat 76 gunung api Tipe A di Indonesia, yang mana 69 di antaranya mendapat pemantauan intensif dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Gunung api Tipe A yaitu kelompok gunung api yang memiliki catatan letusan sejak tahun 1600. Status ini menunjukkan Semeru memiliki riwayat aktivitas yang panjang dan harus selalu dipantau.

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api Tipe A di Indonesia. Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Semeru berada pada Level II (Waspada). Hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas.

Pada beberapa gunung api dengan level ini, erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu meski belum besar. Karena itu, masyarakat maupun pendaki disarankan selalu memantau informasi resmi sebelum melakukan aktivitas.

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini

Selasa pagi, 23 September 2025, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Tepat pukul 05.25 WIB, gunung yang menjadi ikon Jawa Timur itu mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai ±300 meter di atas puncak.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 130 detik," ujar Sigit Rian Alfian, petugas pemantauan, dalam keterangan tertulis yang dirilis di laman Magma Indonesia pada Selasa siang.

Kondisi gunung tampak jelas meski sebagian tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak terlihat, sementara cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah yang bertiup ke arah barat daya, barat, dan barat laut.


(hil/irb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork