Komisi X DPR RI Temui DPRD Kota Malang-Keluarga Korban Kanjuruhan

Kabar Nasional

Komisi X DPR RI Temui DPRD Kota Malang-Keluarga Korban Kanjuruhan

Dwi Rahmawati - detikJatim
Rabu, 18 Jan 2023 17:00 WIB
RDPU Keluarga Korban Kunjuruhan-DPRD Malang dengan Komisi X DPR
Keluarga korban Kanjuruhan-Aremania di Gedung DPR RI (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)
Surabaya -

Keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Malang, datang ke gedung DPR RI. Selain itu perwakilan Aremania juga turut hadir. Kehadiran mereka didampingi anggota DPRD Kota Malang.

Anggota DPRD Kota Malang itu menyampaikan kekhawatiran yang dialami keluarga korban hingga saat ini. Rapat dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda.

"Dampak yang begitu beratnya secara lahiriah maupun batin. Saya rasa bapak-bapak tahu semuanya kejadian yang ada di Malang ini. Hampir setiap Minggu beliau datang ke kantor kami, karena kami sebagai wakil rakyat penyambung lidah," kata anggota DPRD Kota Malang Djoko Hirtono dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Djoko menyebut pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas aduan dari keluarga korban. Ia menilai tragedi Kanjuruhan sudah berskala nasional.

"Kami sendiri dan kebetulan kami sebagai mantan aparat saya secara pribadi, secara psikologis merasa menangis, apapun yang terjadi melibatkan masalah aparat. Kalau kita melihat situasi kondisi bapak-bapak sekalian tragedi Kanjuruhan, baik di medsos, baik di media apapun begitu ngerinya," tutur Djoko.

Ia menyayangkan penyelenggaraan sepak bola justru memakan korban jiwa. Padahal, lanjutnya, kasus tersebut sudah pernah dialami Indonesia sejak 2015 sampai 2018.

"Kematian (2015-2018) ini sudah sampai sekitar 78 orang. Baru 2022 akhir, kok timbul lagi? Padahal semua aturan sudah tertuang di situ baik dari FIFA dari SOP-nya kita selaku aparat semua sudah diterapkan. Namun, kenapa sampai terjadi hal itu," kata Djoko.

"Bahwa korban yang ada ini ada 712 korban, ini hasil daripada koordinasi kami dengan Dinkes kabupaten dan kota. Dengan rincian 135 meninggal dunia, 96 luka berat dan 484 luka ringan. Ini kenyataan yang terjadi," ungkapnya.

Ia pun meminta Komisi X membantu kejadian serupa tidak terulang kembali. Djoko meminta Komisi X memberi jaminan keamanan bagi suporter melalui undang-undang.

"Sebetulnya hal ini tidak terjadi kalau pakai aturan di mana sudah tertuang dalam UU yaitu UU Nomor 11 (tahun) 2022, terutama Pasal 54 mengatakan tentang jaminan dan keamanan bagi penonton dan suporter," tutur Djoko.

"Untuk itu dengan hormat saya minta seluruh Komisi X untuk membatu semaksimal mungkin dan saya mohon kami sebagai (perwakilan) daerah mohon turunannya undang-undang ini sehingga kami bisa mensosialisasikan ke masyarakat dan para olahragawan," pungkasnya.



Simak Video "Pilu 2 Balita di Malang, Tak Tahu Ibunya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dwr/fat)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT