Bencana banjir tengah menerjang sejumlah wilayah di Jawa Timur. Banjir kali ini terbilang cukup parah, di mana ketinggiannya mencapai 1 meter hingga 2 meter. Sejumlah warga terpaksa harus diungsikan.
Banjir ini membuat masyarakat merasa was-was. Mereka mengungkapkan, banjir yang beberapa tahun terjadi tak pernah separah ini. Sejumlah warga bahkan belum dievakuasi hingga mendapat bantuan.
detikJatim menghimpun sejumlah wilayah yang terendam banjir di Jatim:
1. Banjir Bandang di Malang Selatan
Wilayah yang cukup parah terdampak banjir yakni kawasan Malang Selatan. Banjir bandang ini akibat luapan Sungai Panguluran di wilayah Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Banjir belum surut sejak Sabtu (15/10). Bahkan, sejak pagi tadi, banjir semakin tinggi karena debit sungai meningkat. Kepala BPBD Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi mengatakan, ketinggian air mulai naik pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, tinggi banjir mencapai 2 meter lebih.
"Ini (banjir) lebih tinggi dari kemarin, Minggu (16/10/2022). Sekitar dua meter banjir menggenangi wilayah Sitiarjo sejak pagi tadi," kata Fuad kepada detikJatim saat dikonfirmasi, Senin (17/10/2022).
Fuad mengaku, banjir tak surut sejak kemarin karena luapan Sungai Panguluran yang mengalir di wilayah Desa Sitiarjo. Debit air meningkat karena tingginya curah hujan di hulu sungai.
BPBD Kabupaten Malang mencatat banjir akibat luapan Sungai Panguluran yang mengenangi wilayah Desa Sitiarjo sejak Sabtu (15/10/2022) pagi, berdampak kepada 470 KK yang tersebar di empat dusun. Yakni Dusun Rowoterate sebanyak 177 KK, Dusun Krajan Tengah 70 KK, Dusun Krajan Kulon 67 KK, Dusun Krajan Wetan 156 KK.
Selain Sitiarjo, banjir juga melanda wilayah Sumbermanjing Kulon dan Pujiharjo yang berada di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Banjir dengan material lumpur dan kayu menerjang wilayah desa pagi tadi. Dari rekaman video yang diambil Kades Pujiharjo Hendik Arso terlihat batang kayu hanyut terbawa derasnya banjir.
Hendik menduga banjir diakibatkan jebolnya tanggul sungai akibat tidak mampu menahan derasnya air yang membawa lumpur, batu serta kayu. Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Pujiharjo sejak pagi belum juga reda hingga pukul 13.00 WIB.
"Pukul 10.00 WIB tadi, hujan semakin besar, banyak tanggul yang jebol dan air meluap ke pemukiman desa. Data sementara ada 150-an rumah yang diterjang banjir bandang dan terendam air, mulai rumah penduduk di sisi selatan sungai dan sisi timur sungai," sambungnya.
Hingga pukul 11.50 WIB, hujan masih terus mengguyur dan akses jalan menuju Desa Pujiharjo terputus, karena banyak longsoran di sejumlah titik menuju desa.
Sirine sinyal banjir bandang menerjang Blitar berbunyi, baca di halaman selanjutnya!
(hil/dte)