Pesan Gus Yahya Menyikapi Tragedi Kanjuruhan

Pesan Gus Yahya Menyikapi Tragedi Kanjuruhan

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 22:43 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengikuti doa dan tahlil untuk korban Tragedi Kanjuruhan. Ia menyebut, apa yang terjadi di Kanjuruhan merupakan musibah besar.
Doa dan tahlil untuk korban Tragedi Kanjuruhan/Foto: Istimewa
Surabaya -

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengikuti doa dan tahlil untuk korban Tragedi Kanjuruhan. Ia menyebut, apa yang terjadi di Kanjuruhan merupakan musibah besar.

"Saya atas nama PBNU mengajak kita semua warga NU maupun warga masyarakat pada umumnya, agar di dalam musibah yang begitu besar ini kita tetap memelihara husnuzon, prasangka baik kepada Allah. Yang terjadi adalah qada dan qodar Allah," ujar Gus Yahya saat mengikuti tahlil di kantor PCNU Kota Malang, Selasa (4/10/2022).

"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, TNI/Polri, yang telah bertindak dengan cepat," imbuhnya.

Gus Yahya juga mengapresiasi tim pencari fakta yang telah dibentuk. "Saya percaya bahwa tim pencari fakta yang terdiri dari tokoh-tokoh yang kredibel bisa bertugas degan baik," kata pengasuh Pesantren Leteh, Rembang ini.

Untuk membantu korban, NU membentuk satuan gugus tugas Tragedi Kanjuruhan dengan mendirikan posko terpadu, yang berlokasi di Kantor PCNU Kabupaten Malang.

Di bawah pengawasan langsung Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), posko terpadu ini dibentuk dengan melibatkan semua unsur. Mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, serta lembaga dan banom di bawah NU.

Banom yang dimaksud mulai dari Ansor, Fatayat, Muslimah hingga Lazisnu dan Lembaga Dokter NU.

"Bagi NU, ini wajib dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab NU," kata Gus Yahya.

Meski mendirikan posko terpadu, namun Gus Yahya memerintahkan personel posko untuk proaktif mendatangi keluarga korban.

"Yang yatim juga harus diurus sampai mandiri. Jangan hanya bayari SPP tapi harus dipikirkan sampai dia bisa hidup mandiri," kata Gus Yahya.

Ketua PCNU Kota Malang KH Isrohunnajah menyambut baik gagasan itu. PBNU memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Alhamdulillah siang ini kita bisa berdoa bersama, tahlil dan memberikan santunan bagi keluarga korban yang langsung diberikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf," kata dia.

Santunan kali ini diberikan kepada perwakilan dua keluarga korban serta kepada para Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC), yang kemudian para Ketua MWC ini yang akan memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Keluarga akan didatangi langsung. Kita nanti juga akan tahlil dan memberikan santunan di rumah-rumah keluarga korban," ujar KH Isrohunnajah.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)