Kasus Penyakit Jantung di Kota Malang Tinggi, Didominasi Usia 30 Tahun

Kasus Penyakit Jantung di Kota Malang Tinggi, Didominasi Usia 30 Tahun

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 30 Sep 2022 11:48 WIB
Dinkes Sebut Kasus Penyakit Jantung di Kota Malang Cukup Tinggi
Senam jantung di Malang (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Kota Malang -

Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut kasus penyakit jantung di Kota Malang cukup tinggi.

Berdasarkan laporan bulanan surveilans penyakit tidak menular di puskesmas yang ada di Kota Malang menyebutkan, jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa penyakit jantung koroner dan gagal jantung termasuk penyakit dengan jumlah kasus yang tinggi.

Pada tahun 2021, jumlah kunjungan untuk kasus jantung koroner mencapai 2.489 orang sedangkan untuk kasus gagal jantung mencapai 3.458 orang. Sementara berdasarkan data kunjungan pasien rawat jalan terdiagnosa penyakit jantung di RSUD Kota Malang ada mencapai 996 kunjungan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukkan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.

Pengobatan penyakit jantung juga tidaklah murah. Bahkan penyakit jantung ini menjadi beban biaya terbesar. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021 pembiayaan kesehatan terbesar adalah untuk penyakit jantung yakni sebesar Rp7,7 triliun.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengungkapkan bahwa beberapa tahun belakangan ini memang ada peningkatan penyakit jantung, khususnya Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang berlangsung demikian dramatis.

Jika di masa lalu, kata Husnul, penyakit jantung identik dengan kalangan lanjut usia atau di atas 50 tahun, kini orang muda usia 30 tahun, meninggal akibat serangan jantung.

"Penyakit jantung identik dengan usia di atas 50 tahun, kini usia muda 30 tahun, meninggal akibat serangan jantung. Prinsipnya, jangan pernah menganggap sepele gejala. Jika mengalami dan mampu mengenali gejala, maka segeralah melakukan pemeriksaan kesehatan jantung," kata Husnul kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Lebih jauh, Husnul menyampaikan pada momen peringatan Hari Jantung Se-Dunia diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Husnul menambahkan, dengan tingginya kasus penyakit jantung di Kota Malang, harus diiringi dengan peningkatan kualitas tenaga medisnya. Oleh karena itu, Dinkes Kota Malang bersama Pusat Pelayanan Jantung Hasna Medika Malang menginisiasi adanya peningkatan pengetahuan tenaga medis.

"Harapannya, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi untuk tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan pengendalian dari penyakit jantung. Oleh karena itu, mari kita jadikan seminar ini sebagai motivasi dalam beraktualisasi diri dan pengembangan potensi diri yang dimiliki," imbuhnya.



Simak Video "Waspadai Penyakit Jantung pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)