IKA Unair Beri Edukasi Penanganan Henti Jantung, Begini Tahapannya

IKA Unair Beri Edukasi Penanganan Henti Jantung, Begini Tahapannya

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 25 Sep 2022 10:05 WIB
dr Agus Subagjo SpPJ
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Penyakit jantung di Indonesia, terlebih Jatim terus mengalami kenaikan. Penyakit jantung atau kardiovaskular masih menjadi ancaman, bahkan menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia yang mengakibatkan 18,7 juta kematian per tahun.

Satu dari 1.000 orang berisiko mengalami serangan jantung dan sekitar 11% penderita beresiko meninggal. Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan, setidaknya 15 dari 1.000 orang individu di Indonesia menderita penyakit jantung. Tidak hanya menyerang lansia, penyakit ini juga sering menyerang kelompok usia produktif.

Untuk mencegah penyakit jantung, di Hari Jantung Dunia dimeriahkan dengan kegiatan World Heart Day-Indonesia Heart Bike di Grahadi bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ada senam jantung sehat, senam variasi, pengenalan teknik bantuan hidup dasar kegawatan jantung dan pembuluh darah, ada tenda tensi dan konsultasi kesehatan jantung dan pembuluh darah, cek lab gratis 500 pack.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Agus Subagjo SpPJ sekaligus Ketua Acara World Heart Day-Indonesia Heart Bike mengatakan, dalam memperingati Hari Jantung Dunia, mengolahragakan masyarakat. Dengan cara gowes bersama, karena saat ini tren gowes.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2.000 peserta. Pihaknya juga berkolaborasi dengan IDI Jatim, RSU dr Soetomo, IKA Unair dan masyarakat umum.

"Selain gowes ada simulasi pertolongan henti jantung mendadak, karena beberapa kali di medsos orang gowes pingsan di jalan dan tidak tertolong. Kita latih ke orang awam bagaimana melakukan pertolongan pertama," kata dr Agus kepada detikJatim, Minggu (25/9/2022).

Ia menjelaskan, dalam kemeriahan peringatan Hari Jantung Dunia ini juga mengundang kelompok anak-anak penyakit jantung bawaan. Baik yang sudah operasi maupun belum. Sebab penyakit jantung bawaan masih banyak diderita masyarakat.

"Kematian penyakit jantung paling banyak jantung koroner. Prioritas melakukan promosi bagaimana pencegah penyekit jantung dengan bagaimana kalau terjadi sakit dan serangan jantung. Jadi jangan sampai terlambat, segera cari pertolongan ke RS," jelasnya.

Menurutnya, untuk penderita penyakit jantung di Jatim sendiri terus meningkat. Sebab, melihat tren kebiasaan hidup manusia milenial yang beresiko besar terkena penyakit jantung. Usianya yang banyak mengidap penyakit jantung saat ini usia produktif.

"Kalau dulu orang olahraga aktivitas fisik, sekarang pemuda-pemuda hanya duduk, main game, internetan, pesan makanan siap saji, ini kegiatan fisik membayakan ke depan. Saya kita ke depan sangat sulit untuk menurunkan penyakit jantung koroner. Sekarang trennya lebih muda, 35 tahun serangan jantung banyak, usia produktif," ujarnya.

dr Agus Subagjo SpPJdr Agus Subagjo SpPJ Foto: Esti Widiyana

Dr Agus menyebut, faktor resiko paling berat terkena penyakit jantung ada beberapa. Seperti diabet, hipertensi, rokok hingga kolesterol tinggi.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, karena kunci sehat jantung adalah sehat. "Seimbang gizi, jangan merokok, hindari atau kelola stres, teratur berolahraga, awasi tekanan darah. Hati-hati dengan tekanan darah tinggi, maka kita harus melakukan pemeriksaan secara berkala," pesannya.

Agus juga menekankan, pertolongan pertama ketika terdapat orang henti jantung bukanlah memberikan minyak angin. Oleh karena itu, pihaknya juga memberikan edukasi pertolongan pertama henti jantung di halaman Grahadi.

"Pertolongan kalau orang jantungnya henti mendadak. Jangan hanya dikasih minyak kayu putih, nanti tidak tertolong. Makanya kita latih bagaimana melakukan kompresi mendadak atau pijat jantung dari luar," urainya.

Sementara Kepala Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK Unair dan RSU Dr Soetomo Prof Dr dr Yudi Her Oktaviono SpJP(K) menyampaikan, diperingatinya Hari Jantung Sedunia ini merupakan salah satu bentuk dan cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dimana pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Adapun tema Hari Jantung Sedunia 2022 adalah "Use heart for every heart". "Use heart" berarti mengunakan jantung kita untuk berpikir, membuat keputusan yang tepat, bertindak dengan berani, membantu orang lain dan terlibat dengan tujuan penting ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk merubah pola hidup sehingga angka penyakit jantung menurun. Saya berharap kegiatan ini dapat kami adakan secara berkesinambungan ke depannya," kata Yudi.

Salah satu peserta dari Klub Jantung Sehat dari Gresik, Yusdi Gozali (67) sangat senang dengan berbagai kegiatan kesehatan mengenai jantung di Grahadi. Terlebih pada pengenalan teknik bantuan hidup dasar kegawatan jantung dan pembuluh darah.

Ia ingin edukasi ini juga diadakan FK Unair di beberapa daerah. Sebab edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama ketika ada yang henti jantung.

"Edukasi ini bagus sekali, kalau bisa di setiap daerah bisa. FK Unair bisa kerja sama dengan kabupaten kerja sama untuk edukasi pertolongan pertama. Bagus untuk edukasi. Bagus untuk penanganan henti jantung agar masyarakat awam tahu," pungkasnya.



Simak Video "Kenali Penyebab Henti Jantung yang Diduga Pemicu Tewaskan 153 Orang di Itaewon"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)