Saat Pengunduran Diri Ketua DPRD Lumajang Tak Hafal Pancasila Ditolak PKB

Saat Pengunduran Diri Ketua DPRD Lumajang Tak Hafal Pancasila Ditolak PKB

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 26 Sep 2022 19:06 WIB
Ketua DPRD Lumajang Mundur Tidak Hafal Pancasila, Ini Profilnya
Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad saat mengumumkan pengunduran dirinya (Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan Layar)
Surabaya -

Buntut tak hafal Pancasila, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Anang Akhmad Syaifuddin mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini resmi ditolak DPW PKB Jawa Timur. Ada sejumlah alasan dan pertimbangan PKB dalam mempertahankan kursi Anang.

"DPW sudah memutuskan, keputusannya menolak (pengunduran diri Anang dari Ketua DPRD Lumajang)," kata Sekretaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah saat ditemui di DPRD Jatim, Senin (26/9/2022).

Anik menyatakan, DPW memiliki kewenangan menolak pengunduran diri Anang. Sebab, surat pengunduran diri Anang baru ditujukan ke DPW PKB Jatim.

"Persoalan responsnya Mas Anang menerima atau tidak itu hak beliau ya. Kalau beliau masih mau tetap mundur, ya mungkin beliau kirim surat ke DPP. Kalau di DPW, sudah kami kaji dan DPW menolak," jelasnya.

Tak hanya itu, Anik membeberkan, alasan utama DPW PKB Jatim menolak pengunduran diri Anang dari kursi Ketua DPRD Lumajang, salah satunya karena faktor keselip lidah.

"Bahwa orang keselip lidah bagi kita adalah lumrah atau wajar. Jangankan seorang Pak Anang Ketua DPRD tingkat kabupaten, saya pun pernah keselip lidah. Pejabat negara pun beberapa kali kita jumpai keselip lidah," tegas Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

"Jangankan membunyikan isi Pancasila, seorang imam baik masjid atau di musala pernah kita tahu dalam melafalkan bacaannya itu juga keselip dan itu tidak membatalkan salatnya karena ada syarat rukun sujud sahwi, penceramah pun demikian pernah keselip lidah," sambungnya.

Selain itu, lanjut Anik, syarat untuk menjadi anggota dewan adalah bukan hafal Pancasila, melainkan bisa mengamalkan dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena syarat untuk menjadi anggota dewan tidak ada klausul harus hafal isi Pancasila, yang ada harus mengamalkan isi Pancasila. Salah satu buktinya harus mempunyai surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian, karena kabupaten, maka dari polres," katanya.

"Ada surat keterangan sedang tidak dihukum atau dalam persoalan hukum dari kejaksaan. Atau surat keterangan tidak dicabut hak politiknya dari pengadilan itu syaratnya. Ketika hal itu merupakan implementasi dari isi Pancasila, lebih pada mengamalkan nilai Pancasila itu ada dari Mas Anang," tambahnya.

Ternyata, ini penyebab Anang keselip lidah hingga tak hafal Pancasila. Baca di halaman selanjutnya!