Tersangka Kasus 'Nikahi Domba' Ditangguhkan, Kinerja Polisi Dipertanyakan

Tersangka Kasus 'Nikahi Domba' Ditangguhkan, Kinerja Polisi Dipertanyakan

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 17 Sep 2022 23:29 WIB
pria menikahi kambing
Video viral pria menikahi domba di Gresik/(Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Gresik -

Polres Gresik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan para tersangka penistaan agama pernikahan manusia dengan Domba. Untuk sementara para tersangka tak lagi jadi penghuni rumah tahanan Polres Gresik.

Menanggapi itu, Pelapor kasus dugaan penistaan agama Ketua Komunitas Wong Cerdas Gresik Abdul Syafi'i mempertanyakan kinerja Polres Gresik. Sebab, menurutnya, kasus penistaan agama itu sudah membuat kegelisahan di kalangan umat muslim khususnya di Kota Santri.

"Ini kan masalah sensitif, tentu seharusnya polisi mempertimbangkan masalah penistaan agama ini. Banyak pihak yang kecewa dengan keputusan polisi memberikan penangguhan, meski itu adalah wewenangnya," kata Syafii, Sabtu (17/9/2022).

Ia berpendapat bahwa kasus penistaan agama pernikahan manusia dengan domba sudah memenuhi syarat objektif dan subjektif. Secara objektif dalam kasus penistaan agama itu para tersangka mendapat ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

"Secara subjektif mereka tidak menghilangkan BB, tidak melarikan diri, dan tidak mengulangi lagi. Tetapi pada kenyataannya, setelah meminta maaf di MUI dan bersyahadat, mereka malah bikin konten dengan mengatakan MUI harus belajar. Nah ini kan mereka seolah-olah tidak bersalah," kata Syafii.

Pihaknya juga mempertanyakan syarat subjektif para tersangka yang tidak akan melarikan diri. Salah satu tersangka Nur Hudi Didin Arianto adalah oknum anggota DPRD Gresik yang memiliki kekuasaan, uang, kemampuan, serta berpendidikan.

"Dia (Nur Hudi) sangat mudah melakukan perusakan barang bukti. Apalagi untuk melarikan diri, tidak akan sulit baginya karena dia punya kekuasaan sama punya uang. Kecuali pelakunya orang enggak mampu. Lah ini oknum anggota DPR yang masih menjabat lo. Tentu menurut saya ini berpotensi luar biasa untuk melarikan diri," tambah Syafii.

Para tersangka kasus dugaan penistaan agama pernikahan dengan domba itu ditahan pada Senin (18/7/2022). Sedangkan Satreskrim Polres Gresik memberikan penangguhan kepada para tersangka pada Selasa (6/9/2022) lalu.

Berkas Perkara Belum Lengkap