Saat musim hujan dan jelang pergantian tahun masyarakat kerap menemukan aneka satwa bermunculan. Salah satunya adalah ular.
Beberapa bulan terakhir ada sejumlah temuan ular yang didapat petugas 112 Command Center dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya. Jenisnya pun beragam. Apa yang sebenarnya membuat sejumlah reptil, khususnya ular ini bermunculan di musim hujan?
Ketua Komunitas Exalos Indonesia Regional Surabaya Gede Bhayu mengatakan, musim hujan memang waktu bagi ular untuk kawin, bertelur, hingga menetaskan telur. Bahkan, kondisi itu semakin meningkat jelang pergantian tahun.
"Di akhir tahun, memang ular jenis berbisa seperti kobra adalah musimnya menetas," kata Bhayu saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (11/9/2022).
Bhayu menjelaskan, umumnya ada 2 jenis ular yang ditemukan yakni berbisa dan tidak berbisa. Penanganan bila menemukan kedua jenis ular pun berbeda. Harus disesuaikan dan harus dilakukan oleh ahli atau pawang.
Meski begitu, bukan berarti masyarakat awam tak bisa melakukan penanganan. Bhayu menyatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan bila masyarakat menemukan ular di lingkungan sekitarnya.
"Ular itu ada 2 jenis, berbisa atau tidak. Untuk memindahkan atau mengambilnya lebih baik gunakan alat," ujarnya.
Bhayu menegaskan, ular kerap menyukai rumah yang kotor dan tak terawat. Karena itu, ia meminta masyarakat selalu membersihkan rumah secara berkala dan menutup lubang yang dinilai bisa menjadi akses ular dan hewan lain masuk dari luar ke dalam rumah.
"Antisipasinya ya jangan sampai posisi di dalam rumah lembab atau terbengkalai, harus dibersihkan. Tutup lubang-lubang yang mudah dari luar rumah, seperti lubang-lubang penutupnya bisa diberi kawat ram," katanya.
Prioritaskan pertolongan dari pakar. Baca di halaman selanjutnya.
(dpe/sun)