3 Hal yang Ditemukan KNKT soal Kecelakaan Maut Truk Trailer di Bekasi

Kabar Nasional

3 Hal yang Ditemukan KNKT soal Kecelakaan Maut Truk Trailer di Bekasi

Tim detikNews - detikJatim
Jumat, 02 Sep 2022 09:24 WIB
Kecelakaan Truk Maut di Bekasi: 10 Orang Tewas, 13 Dirawat di RS Ananda

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Informasi terbaru, 10 orang dilaporkan tewas.

“Benar (korban dievakuasi ke RS Ananda), sekarang masih berlangsung penanganan di IGD,” kata petugas front office RS Ananda Bekasi, Mutia, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (31/8/2022).

Mutia mengatakan tercatat 16 korban dievakuasi ke RS Ananda Bekasi. Menurut Mutia, 16 korban terdiri dari 13 luka-luka dan 3 tewas. Belum ada keterangan lokasi 7 jenazah lainnya. 

“Ada 16 orang (di RS Ananda, red), yang meninggal 3 orang,” ucap Mutia.

Sebuah truk menabrak tiang di dekat SD di Jalan Sultan Agung, Kranji, Bekasi. Kondisi di lokasi ramai dipenuhi warga usai kecelakaan tersebut. 

Foto lokasi kecelakaan itu diunggah di akun Twitter @TMCPoldaMetro seperti dilihat, Rabu (30/8/2022). TMC Polda Metro menyampaikan tiang yang ditabrak truk trailer itu merupakan tiang BTS.
Kecelakaan truk trailer tabrak tiang BTS di Bekasi. (Foto: Hanafi/detikcom)
Surabaya -

Sebuah truk trailer menabrak tiang BTS di depan SDN Kota Baru II dan III, Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (31/8/2022). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menginvestigasi kecelakaan maut tersebut.

Dirangkum detikNews, Jumat (2/9/2022), Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengungkap 3 hal mengenai investigasi tersebut. Yakni soal kelayakan truk trailer, beban muatan yang dibawa, hingga kondisi sopir truk trailer. Berikut temuannya:

1. Truk Layak Jalan

KNKT menemukan tidak ada masalah pengereman pada truk trailer kecelakaan maut di Bekasi. Kondisi pun disebut truk layak jalan.

"Tadi kami melakukan pemeriksaan kendaraan. Dari hasil pemeriksaan, semua sistem rem bekerja bagus tidak ada kerusakan sama sekali," kata Ahmad Wildan.

Ahmad mengatakan, secara keseluruhan truk trailer yang dikemudikan sopir bernama AS (30) tersebut layak jalan. "Secara keseluruhan layak jalan dan tidak ada masalah dalam pengereman," ujarnya.

2. Kelebihan Muatan 200%

KNKT juga menjelaskan beban muatan yang dibawa oleh truk tersebut. KNKT menemukan truk tersebut kelebihan muatan atau overload hingga 200 persen.

"Overload 200 persen lebih," kata Ahmad Wildan.

KNKT sudah mengecek daya muat truk tersebut yang hanya bisa mengangkut beban seberat 35 ton saja. Sementara saat kejadian truk tersebut mengangkut muatan hingga besi hingga beton seberat 55 ton.

"Berdasarkan data kendaraan daya motor 191 Kw dibagi 5,5 sama dengan 34,72 ton. Jadi daya motor hanya mampu mengakomodasi beban maksimal berat kendaraan dan muatannya sebesar kurang lebih 35 ton," kata dia.

"Sementara berdasarkan struk timbangan yang ditemukan kendaraan berat keseluruhan 70,560 ton dengan berat muatan 55,090 ton. Ini sudah jauh melampaui dari kemampuan mesin," lanjutnya

Kepada KNKT, sopir truk mengaku tidak mengerti dengan jumlah muatan tersebut. KNKT menyatakan sopir hanya melaksanakan perintah atasan untuk membawa muatan tersebut

"Sopir nggak ngerti. Dia cuman disuruh bawa," singkatnya.

Simak penjelasan truk trailer pakai gigi 7 dan sopir jadi tersangka di halaman selanjutnya