Banyuwangi Darurat Narkoba, Polisi: Dua Kecamatan Zona Hitam

Ardian Fanani - detikJatim
Selasa, 16 Agu 2022 19:10 WIB
Dua Kecamatan Banyuwangi Zona Hitam
Polisi tunjukkan barang bukti narkoba (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Wacana pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi diharapkan bisa meminimalisir peredaran barang haram perusak generasi bangsa itu. Sebab data kepolisian, ada 2 kecamatan masuk zona hitam peredaran narkoba. Mana saja?

Banyuwangi menyandang status kabupaten darurat narkoba. Terbukti dengan banyaknya kasus narkoba yang ditangani Polresta Banyuwangi, Kejari dan Napi Lapas Banyuwangi yang mayoritas adalah kasus narkoba.

Apalagi, Banyuwangi adalah daerah penyangga Bali, bukan tidak mungkin peredaran narkoba ke lokasi wisata itu melalui Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Kasatresnarkoba Polresta Banyuwangi Kompol Rudy Prabowo, membeberkan setidaknya sudah ada dua kecamatan yang tercatat sebagai zona merah nyaris mendekati zona hitam peredaran narkoba. Dua kecamatan tersebut yakni Muncar dan Genteng.

"Karena memang di dua kecamatan itu Muncar dan Genteng kasusnya terbilang tinggi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/8/2022).

Pelabelan status merah di dua kecamatan itu didasarkan pada banyaknya temuan kasus narkoba di dua wilayah tersebut.

Temuan narkoba didominasi jenis sabu, ganja hingga obat keras berbahaya jenis trihexyphenidyl. Bahkan beberapa waktu lalu, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 1 kilogram sabu di wilayah Genteng.

Kemarin ungkap kasus hampir 1 kg itu juga di Genteng. Statusnya bisa dikatakan merah menuju hitam," jelas Kompol Rudy.



Simak Video "Gadis di Banyuwangi Hamil 7 Bulan Usai Diperkosa Teman Kumpul Kebo Ibunya"
[Gambas:Video 20detik]