Pemkab Banyuwangi Teken MoU dengan Kemenaker Tingkatkan Kompetensi

Ardian Fanani - detikJatim
Selasa, 16 Agu 2022 13:54 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk bersama peserta pelatihan berbasis kompetensi
Foto: Bupati Banyuwangi Ipuk bersama peserta pelatihan berbasis kompetensi (Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi melakukan MoU (Momerandum of Understanding) dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kerjasama ini untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat Banyuwangi.

MoU dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavotas) Kemenaker, Budi Hartawan dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Penandatanganan dilakukan di sela-sela penutupan Tahap III dan pembukaan Tahap IV, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Muncar Banyuwangi.

Budi mengatakan seiring dengan kerjasama tersebut pihaknya akan terus menambah fasilitas pelatihan yang akan disediakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di BLK tersebut. Ini sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di Banyuwangi.

"Dengan kerjasama ini, Pemkab Banyuwangi bisa menggunakan fasilitas yang ada di BPVP secara gratis untuk kepentingan peningkatan kompetensi dan keterampilan warga Banyuwangi. Banyak fasilitas dan jenis pelatihan yang bisa dimanfaatkan," kata Budi, Selasa (16/8/2022).

Seperti pada PBK Tahap IV terdapat 11 paket yang disiapkan. Mulai dari pelatihan barista, sablon/digital printing, pembuatan kue, tata boga, service sepeda motor injeksi, hidroponik, tour guide, pengolahan ikan, plate welder, pipa welder, dan pemasangan jaringan komputer, dan lainnya.

"Pemkab Banyuwangi tinggal bilang nanti membutuhkan jenis pelatihan apa, nanti kami akan siapkan fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan," kata Budi.

Selain itu dalam MoU tersebut, Kemenaker akan membantu memfasilitasi penyaluran tenaga kerja bagi masyarakat Banyuwangi yang mendapat pelatihan kerja. Kemenaker juga akan memfasilitasi penciptaan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berdaya saing dari hasil pelatihan kerja.

"Kami mengajak industri dan UMKM yang ada di Banyuwangi untuk menjadi sentra pemberdayaan komunitas yang mampu menjadi uji kompetensi baru di Banyuwangi," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyambut positif kerjasama ini. Dengan demikian bakal banyak pelatihan kompetensi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Banyuwangi.

"Terima kasih BLK Banyuwangi. Dengan memiliki kompetensi pada bidang tertentu ini, saya berharap semakin banyak warga yang memiliki skill mumpuni, tidak hanya nanti bisa digunakan masuk ke dunia kerja, tetapi juga harus bisa membuka lapangan kerja," harap Ipuk.

Kepada para peserta yang saat ini mengikuti pelatihan Tahap IV, Ipuk meminta untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan. "Saya minta kepada warga yang mendapat kesempatan pelatihan, untuk bersungguh-sungguh dan memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya," kata Ipuk.

"Jangan hanya berorientasi mencari kerja, tapi juga harus memiliki spirit untuk bisa berwirausaha. Membuka usaha sendiri," imbuhnya.

Kepala BLK Banyuwangi Rusman menyebutkan peserta PBK Tahap III yang diikuti 256 orang, telah mendapatkan sertifikat. Selain didorong untuk bisa mandiri, mereka juga dikenalkan dengan dunia industri yang sekiranya bisa menampung mereka menjadi tenaga kerja terampil. Sementara Tahap IV diikuti oleh 336 peserta.

Salah satu peserta PBK pembuatan roti dan kue dari Kecamatan Tegaldlimo, Diva (18) mengaku senang bisa dapat ilmu dan ketrampilan baru. Ini karena ia berencana akan membuka usaha kue mandiri.

"Pengajaran saat workshop sangat detil, namun mudah dipahami. Seusai dari sini, saya berencana menggunakan sertifikat kompetensi untuk membuat usaha kue sendiri," kata Diva.



Simak Video "Bupati Banyuwangi Sambut detikjatim: Saluran Masyarakat Sampaikan Aspirasi"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)