Melihat Keseruan Lomba Tumpeng Pelajar SMP-SMA di Candi Brahu Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 19:12 WIB
Melihat Keseruan Lomba Tumpeng Pelajar SMP-SMA di Candi Brahu Mojokerto
Foto: Dok. Pemkab Mojokerto
Mojokerto -

Menggelar berbagai perlombaan menjadi tradisi masyarakat untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI. Salah satunya lomba menghias tumpeng yang tergolong unik dan seru. Perlombaan ini melibatkan ratusan pelajar jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Mojokerto.

Lomba menghias tumpeng yang diinisiasi Nawasena Budaya Nusantara ini digelar di Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Perlombaan ini diikuti 70 peserta untuk memperebutkan piala Bupati Mojokerto. Para peserta terdiri dari 40 kelompok pelajar SMP dan 30 kelompok pelajar tingkat SMA sederajat. Masing-masing regu terdiri dari 3 siswa.

Setiap regu wajib membawa bahan-bahan tumpeng yang sudah dimasak sebelumnya ke Candi Brahu. Mereka lantas diminta merangkai dan menghias tumpeng dalam waktu 60 menit saja. Kreativitas sangat dibutuhkan untuk menghasilkan tumpeng yang cantik bertema HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan KTT G20.

Perlombaan unik ini disaksikan langsung Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ardi Sepdianto dan Kepala Disbudporapar Norman Handito. Selanjutnya, para juri menilai setiap tumpeng menggunakan kriteria estetika, filosofi, harmoni, rasa, energi, kreativitas, cerita di balik tampilan tumpeng terkait tema dan kebersihan.

"Alhamdulillah Kabupaten Mojokerto terpilih menjadi tempat pertama untuk festival tumpeng nusantara dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 sekaligus menyambut KTT G20 di Bali akhir tahun nanti," kata Bupati Ikfina kepada wartawan di lokasi lomba, Kamis (11/8/2022).

Bupati perempuan pertama di Mojokerto ini menjelaskan, festival tumpeng nusantara yang diisi dengan lomba menghias tumpeng ini menjadi momentum untuk mengenalkan tumpeng sebagai kebudayaan di bidang kuliner. Sehingga para pelajar memahami makna dan filosofi kuliner tradisional nusantara itu.

Menurutnya, tumpeng selalu dibuat masyarakat dalam setiap momen syukuran untuk memperingati hari-hari tertentu, termasuk HUT Kemerdekaan RI. Perlombaan ini sengaja digelar di Candi Brahu untuk memopularkan situs purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto.

"Tujuan kami lebih kepada penguatan karakter, agar anak-anak merasa bangga bahwa kita memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan menyongsong KTT G20, harus ada kebanggaan bahwa negara kita menjadi tuan rumah. Kemudian agar anak-anak lebih mencintai kuliner yang sarat dengan budaya bangsa kita, yaitu tumpeng," jelas Ikfina.

Festival tumpeng nusantara di Bumi Majapahit hari ini juga diisi dengan doa bersama untuk menyambut KTT G20. Para pemuka dari berbagai agama melantunkan doa dengan cara masing-masing.

Senada dengan Ikfina, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Zakaria Kasimin juga berharap festival tumpeng nusantara ini menjadi sarana melestarikan kebudayaan warisan para leluhur. Ia berharap para pelajar mewarisi dan menjaga nilai-nilai kebudayaan yang ada.

"Karena arus globalisasi membuat pengaruh budaya dari luar sangat besar. Jangan sampai kita melupakan budaya kita sendiri yang banyak terkandung makna di dalamnya," terangnya.

Ketua Panitia Festival Tumpeng Nusantara Wulandari Sawitri Candra Wila mengajak para pelajar di Kabupaten Mojokerto untuk melestarikan tumpeng sebagai kebudayaan bangsa di bidang kuliner. Selain itu, ia berharap para pelajar di Bumi Majapahit bangga karena Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20.

"Tumpeng ciri khas dari nusantara, makanan nusantara yang harus kita kenalkan. Kita sebagai bangsa Indonesia, kita edukasi bersama para pelajar bahwa tumpeng ini masih ada, tumpeng ini mari kita viralkan di setiap kegiatan," cetusnya.

Para pemenang lomba menghias tumpeng langsung diumumkan dewan juri. Hadiah untuk juara 1 berupa uang Rp 1,25 juta, juara 2 Rp juta, juara 3 Rp 750 ribu, juara harapan masing-masing Rp 500 ribu.

Pemenang kategori SMP yaitu juara harapan 3 peserta nomor 24 dengan nilai 329, juara harapan 2 peserta nomor 2 dengan nilai 402, juara harapan 1 peserta nomor 4 dengan nilai 403, juara 3 peserta nomor 3 dengan nilai 410, juara 2 peserta nomor 21 dengan nilai 438, sedangkan juara 1 peserta nomor 1 dengan nilai 442.

Pemenang kategori SMA sederajat yaitu juara harapan 3 peserta nomor 20 dengan nilai 403, juara harapan 2 peserta nomor 23 dengan nilai 405, juara harapan 1 peserta nomor 28 dengan nilai 406, juara 3 peserta nomor 1 dengan nilai 407, juara 2 peserta nomor 8 dengan nilai 408, serta juara 1 peserta nomor 21 dengan nilai 409.

Tumpeng ruwatan menyabet juara pertama kategori SMA sederajat. Tumpeng ini dibuat 3 siswa kelas XII jurusan tata boga dari SMKN 1 Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Yaitu Khalida Zia Izzahawari (17), Eko Pradana (17) dan Meiwidiana (17).

"Konsep tumpeng kami nasinya menghadap ke atas menandakan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Lauk, sayur dan lainnya menghadap horizontal menandakan hubungan antar manusia, bagaimana kita bisa bergotong-royong dan bekerja sama satu sama lain," tandas Zia

(akd/ega)